Logo Header Antaranews Sumbar

Pengamat: Deputi BI Terpilih Harus Solid

Jumat, 5 Juli 2013 13:17 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Pengamat ekonomi dari Indef Ahmad Erani Yustika berpendapat bahwa kandidat Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) yang terpilih nanti harus solid dengan tim deputi BI yang ada, guna mencari solusi bagi permasalahan moneter yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. "Saya pikir yang paling pokok harus ada dalam diri Deputi Gubernur BI yang terpilih nanti adalah soliditas dengan tim deputi, agar dapat bekerja sama dengan baik menangani permasalahan moneter," kata pengamat ekonomi Institute Development of Economics and Finance (Indef) itu di Jakarta, Jumat. Menurut dia, para Deputi Gubernur BI harus kompak dalam menjalankan fungsi dan peran Bank Indonesia, khususnya terkait pengambilan kebijakan moneter. "Para deputi harus kompak dan jangan mementingkan ego di bidangnya masing-masing, tetapi mereka harus melihat kerangka secara umum demi kepentingan BI kedepan," ujarnya. Terkait dengan kapabilitas yang harus dimiliki calon Deputi Gubernur BI terpilih, Ahmad mengatakan kandidat terpilih tentunya adalah orang yang mumpuni dalam bidang makro prudensial. "Karena kandidat terpilih harus menggantikan posisi mantan Deputi Gubernur BI Muliaman D. Hadad yang kosong. Maka yang dibutuhkan sekarang ini adalah aspek pengaturan perbankan makro prudensial," ucapnya. "Jadi, kalau bicara kemampuan yang dibutuhkan dari deputi baru sebetulnya lebih ke arah makro prudensial, bukan lagi pengaturan perbankan dalam skala laporan keuangan yang sifatnya 'daily activity'," lanjutnya. Sementara itu, kata dia, masalah kebijakan moneter untuk pengendalian inflasi di bawah Bank Indonesia lebih baik ditangani secara fokus oleh Perry Warjiyo sebagai Deputi Gubernur BI bidang pengelolaan moneter dan devisa. Pada kesempatan itu, Ahmad juga berharap kandidat Deputi Gubernur BI yang terpilih nanti dapat membuat keputusan dan kebijakan yang lebih berpihak kepada pelaku-pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM). Sebelumnya, Komisi XI DPR melakukan uji kelayakan dan kepatutan atau "fit and proper test" terhadap tiga calon Deputi Gubernur Bank Indonesia untuk memilih pengganti Muliaman D. Hadad yang sudah menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan. Ketiga calon itu adalah Hendar dan Mulya Siregar yang keduanya merupakan Asisten Gubernur BI serta Direktur Eksekutif Departemen Pengelolaan Devisa BI Treesna W. Suparyono. Dalam tes untuk pemilihan Deputi Gubernur BI itu, anggota Komisi XI DPR memberi kesempatan pada masing-masing calon untuk memaparkan pandangan tentang keadaan makro Indonesia serta visi dan misi para calon mengenai peranan Bank Indonesia. Setelah itu, setiap calon pun melalui sesi tanya jawab dengan para anggota Komisi XI DPR. Komisi XI DPR telah sepakat untuk memutuskan hasil pemilihan terhadap calon Deputi Gubernur BI pada Senin, 8 Juli. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026