
Inflasi Juni Lebih Tinggi dari Perkiraan

Jakarta, (Antara) - Ekonom dari Citi Researh Helmi Arman menilai inflasi Juni 2013 yang diumumkan oleh Badan Pusat Statistik sebesar 1,03 persen, lebih tinggi dari perkiraan pihaknya yang memprediksi inflasi Juni sebesar 0,85 persen. "Pada bulan Juni, inflasi IHK (Indeks Harga Konsumen) meningkat 1,03 persen (month on month), lebih tinggi dari harapan kami (0,85 persen) tetapi lebih rendah dari ekspektasi konsensus (1,09 persen)," ujar Helmi di Jakarta, Selasa. Secara year on year (yoy), lanjut Helmi, IHK Juni 2013 juga meningkat menjadi 5,9 persen (yoy) dan lebih tinggi dari IHK Mei 2013 sebesar 5,47 persen. Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi serta kenaikan tarif angkutan umum menyumbang sekitar 0,54 persen terhadap inflasi Juni. "Hal ini karena kenaikan harga terjadi pada minggu terakhir bulan Juni dan dengan demikian tidak sepenuhnya tercatat," kata Helmi. Helmi menuturkan, terlepas dari bahan bakar dan transportasi, inflasi komponen lain sejauh ini tampaknya masih cukup baik. Harga bahan pangan (volatile food) seperti beras, daging sapi, ayam, mie, dan lain-lain juga meningkat namun peningkatan secara keseluruhan dalam volatile food tidak terlihat terlalu keluar dari jalurnya. "Sementara itu, inflasi inti sendiri masih jauh berada di angka 3,9 persen (yoy) meskipun ada kenaikan tarif transportasi antarkota. Hal ini agak terbantu oleh penurunan harga emas," ujar Helmi. BPS dalam laporan Senin (1/7) mencatat pada Juni 2013 terjadi laju inflasi sebesar 1,03 persen. Komponen inflasi umum menyumbang inflasi 1,03 persen diikuti inflasi inti 0,32 persen, sedangkan harga diatur pemerintah menyumbang inflasi tinggi 3,24 persen diikuti harga bergejolak 0,27 persen. Sementara, berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan mengalami inflasi tertinggi 3,8 persen diikuti bahan makanan yang menyumbang inflasi 1,17 persen. Kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau menyumbang inflasi 0,67 persen, diikuti kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar yang mengalami inflasi 0,21 persen. Kemudian kelompok kesehatan juga menyumbang inflasi 0,23 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,04 persen serta kelompok sandang yang tercatat deflasi pada Juni sebesar 0,29 persen. Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari-Juni 2013 mencapai 3,35 persen dan inflasi secara tahunan (yoy) 5,9 persen. Sedangkan inflasi komponen inti Juni 0,32 persen dan inflasi (yoy) 3,98 persen. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
