Logo Header Antaranews Sumbar

UMKM Jakarta Siap Hadapi MEA

Kamis, 27 Juni 2013 13:47 WIB
Image Print
Ilustrasi kerajinan rotan. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Bank DKI optimistis usaha mikro, kecil, dan menengah di Jakarta siap menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 karena didukung perekonomiaan yang kondusif. "Kondisi perekonomian di DKI Jakarta yang cukup kondusif dengan porsi pertumbuhan terjaga di level 6,5 persen 'year on year' menjadi modal berharga bagi pelaku dunia usaha yang menggantungkan bisnis di kawasan ini," kata Direktur Utama Bank DKI Eko Budiwiyono dalam Seminar Nasional Kesiapan UMKM DKI Jakarta dalam menghadapi MEA 2015 di Jakarta, Kamis. Dia mengatakan UMKM DKI Jakarta juga ditopang oleh kuatnya daya beli dan tingkat konsumsi masyarakat sehingga diperkirakan aktivitas perekonomian masih tetap berjalan lancar meski sedang ada krisis di level internasional. "Kondusifnya dunia usaha tidak lepas juga dari tingkat inflasi yang cukup rendah serta harga barang dan jasa yang relatif stabil selama triwulan IV/2012 lalu," kata dia. Berbagai data positif tersebut, menurut Eko, dapat menjadi pondasi kuat bagi pelaku usaha, khususnya UMKM, untuk bersaing dengan pelaku usaha dari luar daerah. Dia mengatakan semangat berbenah dan meningkatkan daya saing juga kian penting seiring akan diterapkannya kesepakatan MEA 2015 yang akan menciptakan liberalisasi sektor industri ASEAN. "Kami percaya dan yakin sepenuhnya dengan segala modal positif yang kita miliki ini pelaku UMKM dapat bersaing dengan pemain regional yang akan datang sejalan penerapan MEA. Mengenai adanya kekurangan dan hal-hal yang perlu dibenahi itu tugas semua pihak, tugas kita semua untuk mendukung," kata Eko. Dia mengatakan Bank DKI sendiri bertanggung jawab dalam hal peningkatan ekonomi daerah salah satunya melalui penguatan sektor UMKM terutama menjelang penerapan MEA, yakni para pelaku usaha domestik dituntut mampu bertahan, bahkan harus memenangkan pasar di tengah serbuan produk luar negeri. Sementara itu Eko mengatakan melalui Seminar Nasional Kesiapan UMKM DKI Jakarta dalam menghadapi MEA 2015 Bank DKI ingin berperan lebih jauh terhadap pengembangan UMKM di DKI Jakarta dengan mengupas pemahaman dari banyak pihak. Selama ini kata Eko, Bank DKI telah mengambil peran dengan menyediakan beragam produk kredit, khususnya sektor UMKM, seperti Kredit Usaha Mikro dan Kecil (KUMK) Monas, Kredit Pundi Monas, Monas 25, Monas 75 dan Monas 500. Berdasarkan catatan Bank Indonesia nilai penyaluran kredit perbankan nasional untuk seluruh sektor usaha hingga akhir 2012 mencapai Rp2.706 triliun atau terhitung tumbuh 23 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Dari realisasi tersebut perbankan milik pemerintah, baik yang berstatus badan usaha milik negara (BUMN) maupun BUMD cukup mendominasi, khususnya di sektor UMKM. Data mencatat bahwa nilai penyaluran kredit terhadap UMKM yang dilakukan bank-bank pemerintah tahun 2012 mencapai Rp242,86 triliun dari total kredit UMKM seluruh perbankan senilai Rp552,23 triliun. "Sebagai sebuah BUMD yang merupakan milik pemerintah dan masyarakat DKI Jakarta, kami merasa ikut bertanggung jawab untuk terus meningkatkan intermediasi perbankan, di antaranya melalui dukungan penuh kami terhadap sektor UMKM. Ini juga sekaligus sejalan dengan semangat BI agar bank-bank nasional mau menyalurkan minimal 20 persen kredit sektor UMKM," kata dia. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026