Logo Header Antaranews Sumbar

Melalui Musda ke V, PHRI Sumbar akan pilih ketua baru

Senin, 30 Agustus 2021 20:28 WIB
Image Print
SC Musda V PHRI Sumbar 2021 bersama jajaran memberikan keterangan kepada wartawan di Padang, Senin. (Antarasumbar/Ikhwan Wahyudi)
Pemilihan ketua baru ini dilakukan karena sudah berakhirnya kepenguran PHRI Sumbar periode 2016-2021,

Padang (ANTARA) - Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sumatera Barat (Sumbar) bakal memilih ketua baru pada Musyawarah Daerah V yang akan digelar pada Oktober 2021.


"Pemilihan ketua baru ini dilakukan karena sudah berakhirnya kepenguran PHRI Sumbar periode 2016-2021, karena itu kami akan memilih ketua baru untuk kepengurusan 2021-2026," kata Ketua Stering Committe Musda V PHRI Sumbar 2021 Elvis Syarif di Padang, Senin.


Menurut dia untuk memilih ketua baru panitia musda membuka pendaftaran mulai 1 hingga 30 September 2021 pukul 11.00 WIB.

Ia memaparkan penyerahan formulir pendaftaran diantar ke Sekretariat PHRI Sumbar di Jalan Pemuda Padang.


Adapun persyaratan calon ketua yaitu memiliki usaha hotel dan restoran ditandai dengan kepemilikan usaha dan legalitas yang masih berlaku.


Untuk calon ketua sekurang-kurangnya pernah jadi pengurus PHRI Sumbar atau ketua PHRI cabang.


Kemudian berdedikasi tinggi serta memiliki waktu untuk menjalankan roda organisasi, kata dia.


Untuk proses pemilihan setelah dilakukan verifikasi jika calon lebih dari dua orang maka akan dilakukan lewat pemungutan suara.


"Yang punya hak pilih adalah anggota PHRI Sumbar yang sertifikat keanggotaannya masih aktif dan valid hingga Desember 2021," kata dia.


Ia menyebutkan saat ini total anggota PHRI Sumbar sebanyak 99 terdiri atas hotel, restoran dan lembaga pendidikan.


Ia menambahkan salah satu perjuangan PHRI di tengah pandemi dan pemberlakuan PPKM adalah melakukan lobi untuk pelonggaran aktivitas hotel dan restoran sehingga tetap bisa beroperasi dengan terbatas.


"Kami meminta agar kapasitas acara di hotel dinaikan dari 25 persen jadi 50 persen dan jam buka restoran lebih lama dan akhirnya disetujui Wali Kota Padang," kata dia.


Ia mengakui pandemi COVID-19 membuat usaha hotel dan restoran anjlok apalagi pada 2020.


"Memasuki 2021 angka hunian hotel di Sumbar sudah mulai naik hingga 60 persen namun karena PPKM kembali turun," ujarnya.




Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026