Logo Header Antaranews Sumbar

PPP Optimistis Lolos Verifikasi Faktual KPU

Selasa, 6 November 2012 06:24 WIB
Image Print

Jakarta, (ANTARA) - Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) M Romahurmuziy optimistis partainya akan lolos dalam proses verifikasi faktual parpol yang saat ini tengah dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU). Menurut Romahurmuziy di Jakarta, Senin, keyakinan PPP semakin menguat setelah partai berlambang Ka''bah itu melaksanakan rapat koordinasi teknis (Rakornis) dengan perwakilan seluruh Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PPP se-Indonesia di salah satu hotel di Jakarta. Dalam rakornis itu, kata Romahurmuziy, pihaknya menguatkan berbagai persiapan demi menghadapi proses verifikasi faktual di KPU dan seluruh DPW diperintahkan mengawasi prosesnya. "Kami di sini menyamakan persepsi soal kondisi nasional, bagaimana menghadapi pengumuman hasil survei soal gambaran prediktif turunnya elektabilitas parpol Islam, dan penyamaan persepsi terhadap langkah pemenangan 2014," katanya. Sementara Ketua Bappilu PPP, Fernita Darwis, menjelaskan bahwa selama rakornis, PPP menyiapkan hal-hal teknis untuk memenuhi tahapan penyelenggaraan pemilu sesuai UU Pemilu dan Peraturan KPU, diantaranya sosialisasi Peraturan KPU terkait verifikasi faktual parpol di daerah, persiapan rekrutmen calon legislator untuk bahan penyusunan daftar calon sementara, dan strategi pemenangan Pemilu 2014. "Kami sangat yakin PPP lolos verifikasi faktual parpol peserta Pemilu 2014 karena keseriusan pengurus mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Sebagai partai yang berdiri sejak 5 Januari 1973, tentu kepengurusan partai Islam ini sudah permanen mulai dari DPP hingga pengurus desa dan kelurahan," ujar Fernita. Fernita yang juga penulis buku "Pemilihan Spekulatif, Mengungkap Fakta Seputar Pemilu 2009" itu menambahkan, secara khusus pihaknya akan memberi perhatian soal syarat 30 persen kuota perempuan dalam kepengurusan partai. PPP yakin bisa lolos karena sebanyak 17 orang dari total 55 orang pengurus DPP PPP adalah perempuan. "Jadi kuota perempuan dalam kepengurusan DPP PPP sekitar 31 persen, sudah melebihi syarat kuota 30 persen perempuan," katanya. Pada kesempatan itu, Fernita juga mengatakan pihaknya akan menguatkan proses persiapan menghadapi Pemilu 2014 dengan menjalin kerja sama dengan PolMark Indonesia, lembaga konsultan politik milik Eep Saifullah Fatah yang juga menjadi konsultan politik Jokowi-Basuki di Pilkada DKI Jakarta lalu.. "Kami sepakat bersinergi untuk meningkatkan kualitas di Pemilu 2014, melalui serangkaian kerja sama yang dimulai sejak November 2012 ini. Kami harap masih ada waktu untuk itu," tegas Fernita. Menurut Fernita Darwis, dengan kerja sama itu, PPP mengincar peningkatan kualitas untuk terlibat dalam kompetisi Pemilu 2014. PPP akan bertumpu pada berbagai aktivitas pemenangan dengan basis kegiatan riset, pemetaan, pendidikan, dan pelatihan kader. "Data-data yang bersifat mikro dari hasil riset akan kami gunakan unruk memandu rumusan strategi pemenangan 2014," kata Fernita. Eep Saifullah Fatah mengatakan bahwa PPP telah berniat menggunakan cara-cara baru dan modern dalam mengejar suara dalam Pemilu 2014. "Jadi riset itu bukan untuk membuat senang PPP, namun menampilkan fakta sesungguhnya. Artinya ada kehendak kuat PPP untuk memenangkan dengan basis riset dan pemetaan yang benar," kata Eep. Dijelaskannya bahwa kedua lembaga akan melaksanakan serangkaian survei dapil, berupa survei sindikasi dengan biaya dari pihak yang berkepentingan. "Misalnya di satu dapil, ada 10 caleg. Maka itu dibiayai 10 caleg plus DPP PPP. Nanti fakta survei diserahkan ke semuanya," kata Eep. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026