Logo Header Antaranews Sumbar

Penguatan IHSG BEI Tertahan BBM Subsidi

Senin, 17 Juni 2013 17:19 WIB
Image Print
Ilustrasi pasar saham. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Penguatan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Senin cenderung tertahan atau hanya menguat tipis sebesar 13,76 poin karena belum ada kepastian harga bahan bakar minyak bersubsidi. IHSG BEI ditutup naik 13,76 poin atau 0,29 persen ke posisi 4.774,50, sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,36 poin (0,30 persen) ke level 792,71. "Penguatan indeks BEI cenderung tertahan seiring dengan pelaku pasar saham yang masih mengambil posisi 'wait and see' terhadap hasil paripurna DPR terkait kebijakan BBM subsidi," ujar analis Mega Capital Arief Fahruri di Jakarta. Ia mengharapkan harga BBM dapat dinaikan sehingga mengurangi beban impor minyak, dengan begitu defisit di neraca perdagangan Indonesia bisa terkikis. "Pelaku pasar asing cukup konsen dengan defisit neraca perdagangan suatu negara, dengan defisit yang berkurang maka diharapkan asing akan kembali ke dalam negeri," ujar dia. Ia mengemukakan di beberapa negara berkembang juga terjadi keluarnya investasi asing seperti di Turki, India, dan Polandia. Hal itu disebabkan oleh neraca perdagangan negara itu yang defisit. "Diproyeksikan setelah ada hasil dari kebijakan BBM bersubsidi indeks BEI akan kembali masuk dalam tren penguatan," kata dia Tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 172.732 kali dengan volume mencapai 3,730 miliar lembar saham senilai Rp5,186 triliun. Saham yang menguat 163, sementara yang melemah sebanyak 118 saham, dan yang tidak bergerak nilainya 91 saham. Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng menguat 256,76 poin (1,22 persen) ke level 21.225,90, indeks Nikkei-225 naik 346,60 poin (2,73 persen) ke level 13.033,12, dan Straits Times menguat 25,87 poin (0,82 persen) ke posisi 3.187,30. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026