
Jurnalis Padang Lawan Pendemo Akibat Dilecehkan

Padang, (Antara) - Sejumlah jurnalis lokal dan nasional dari berbagai media massa di Kota Padang melakukan perlawanan terhadap para pendemo dari Forum Mahasiswa Mentawai (FORMMA) akibat ucapan salah seorang pendemo yang melecehkan profesi wartawan. Para jurnalis marah akibat ucapan Erik Silaen dalam orasi saat melakukan aksi demo di kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Sumbar dan Kejaksaan Tinggi Sumbar yang menuding wartawan menerima suap dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Dalam orasinya, Erik sempat melontarkan perkataan, "Semua wartawan tolong beritakan apa yang kami suarakan. Banyak berita di Mentawai tidak diberitakan karena wartawan sudah menerima suap,". Saat longmarch menuju kantor Gubernur Sumbar, para jurnalis langsung menghadang mereka ketika memasuki halaman kantor. Salah seorang jurnalis langsung berteriak dan meminta Erik untuk menunjukkan bukti-bukti terhadap apa yang telah ia ucapkan. "Apa buktinya wartawan telah menerima suap? Anda Jangan hanya asal bicara apalagi melecehkan profesi kami," kata Andi, wartawan Metro TV. Akhirnya, Erik mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maafnya kepada seluruh jurnalis. "Saya meminta maaf kepada seluruh wartawan karena salah dalam berucap. Saya hanya bermaksud berkata wartawan jangan mau disuap sehingga tidak memberitakan Mentawai," katanya. Nofrianto, salah seorang wartawan senior mengatakan, para jurnalis datang untuk meliput aksi dan akan meritakan menyebarluaskan informasi sesuai amanah Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers apalagi terkait penyimpangan-penyimpangan yang menghambat pembangunan. "Jangan menuding kami menerima upeti. Jika Anda menemukan ada wartawan demikian, laporkan kepada Kami sehingga bisa diproses sesuai hukum," katanya. Sementara, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumbar Rino Zulyadi, mengharapkan agar kejadian serupa tidak terulang lagi di masa-masa berikutnya apalagi dari kalangan mahasiswa sebagai orang yang intelek. "Kami meminta kejadian ini tidak terulang lagi, dan laporkan jika ada orang yang mengaku wartawan menerima suap apalagi memeras dalam menjalankan tugasnya," katanya. (*/ril/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
