Logo Header Antaranews Sumbar

Pengunjung pasar tradisional di Agam sepi setelah Lebaran

Minggu, 16 Mei 2021 16:44 WIB
Image Print
Kondisi Pasar Serikat Lubukbasung Garagahan Kabupaten Agam, Minggu (16/5). (ANTARA/ Yusrizal)

Lubukbasung, (ANTARA) - Pengungjung Pasar Serikat Lubukbasung dan Garagahan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat sepi empat hari setelah Idul Fitri 1442 Hijriyah, bahkan pedagang bayak tidak berjualan.

Pantauan di pasar tradisional yang dibuka hanya setiap Kamis dan Minggu itu, terlihat sepi dari pengunjung di setiap gang,di Lubukbasung, Minggu.

Bahkan pedagang banyak yang tidak berjualan, sehingga lapak tempat berjualan mereka kosong.

"Pasar sepi dari pengunjung empat hari setelah Idul Fitri atau hari pertama dibuka setelah Lebaran," kata salah seorang pedagang di Pasar Serikat Lubukbasung Garagahan, Antoni di Lubukbasung, Minggu.

Ia mengatakan, sebagian pedagang juga tidak berjualan, karena mereka mengetahui kondisi pasar yang sepi.

Kondisi ini, tambahnya, terjadi setiap Idul Fitri, karena warga masih pergi silaturahmi ke rumah keluarga dan pegawai negeri sipil di Pemkab Agam belum ada yang datang ke Lubukbasung.

"Pada umumnya pengunjung pasar merupakan pegawai dan mereka masih di kampung halaman mereka," katanya.

Sementara pedagang lainnya, Hendra menambahkan dengan sepinya pengunjung pasar maka berdampak terhadap penjualan.

Biasanya hasil penjualan dagangan berupa cabai, bawang, kentang dan lainnya sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta per hari. Namun hari ini penjualan baru mencapai sekitar Rp500 ribu.

"Penjualan berkurang setelah pembeli berkurang. Sedangkan harga kebutuhan pokok masih stabil," katanya.

Pedagang ikan, Dayat mengakui pedagang banyak tidak berjualan akibat pasokan ikan berkurang setelah nelayan tidak melaut.

"Saya hanya mendapatkan ikan dari nelayan di Tiku, Kecamatan Tanjungmutiara hanya 20 kilogram atau satu kantong," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026