Logo Header Antaranews Sumbar

Dolar Tertekan di Asia Setelah Data AS Lemah

Kamis, 6 Juni 2013 18:23 WIB
Image Print

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar naik tipis terhadap yen di perdagangan Asia pada Kamis, namun berita ekonomi AS yang suram menekan unit, sementara euro menguat menjelang pertemuan kebijakan Bank Sentral Eropa (ECB). Dalam perdagangan sore di Tokyo, dolar dibeli 99,11 yen, naik dari 99,06 yen di New York pada Rabu. Euro dibeli 1,3113 dolar dan 129,98 yen, terhadap 1,3091 dolar dan 129,65 yen di perdagangan AS. Greenback, yang duduk di sekitar 100 yen di Asia pada Rabu, menyusut di New York karena data penggajian sektor swasta AS untuk Mei melemah, sementara laporan Beige Book Federal Reserve tentang kondisi ekonomi AS menunjukkan ekonomi berkembang pada kecepatan "rendah hingga sedang", menunjukkan ekspansi masih lambat. Juga, indeks pembelian manajer ISM untuk sektor jasa menunjukkan kemandegan dalam perekrutan pekerja meskipun pertumbuhan sektor itu meningkat. Hasil itu menambah meningkatnya kekhawatiran tentang pemulihan AS ketika para dealer menunggu rilis angka penggajian non pertanian yang dipantau ketat pada Jumat (7/6), sementara mereka juga mengawasi langkah selanjutnya dari Fed di tengah harapan akan segera mulai menarik kembali kebijakan pelonggaran moneternya. Kekecewaan atas rencana terbaru Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe untuk meningkatkan ekonomi terbesar ketiga di dunia itu, juga memicu pembelian yen, kata para dealer. "Kemunduran dolar-yen terus berlanjut karena kekecewaan atas... pidato 'panah ketiga' Abe tentang reformasi struktural dan kemunduran dalam imbal hasil obligasi negara AS, diambil bersama-sama dengan menguatnya penghindaran risiko, semuanya telah memberikan kontribusi terhadap penguatan yen," kata Credit Agricole. Sebagian pengamat pasar memperkirakan ECB akan tetap bertahan di pertemuan reguler bulanannya pada Kamis sore waktu setempat, karena pihaknya masih meneliti pengaruh pemotongan suku bunga baru-baru ini terhadap ekonomi zona euro yang dilanda resesi. "Sementara ECB tidak mungkin untuk memperlonggar kebijakan moneter lebih lanjut pada pertemuan hari ini, bank sentral akan mempertahankan sebuah bias 'dovish' (pelunakan kebijakan) dan tetap 'siap untuk bertindak' di masa mendatang," Credit Agricole mengatakan. Dolar sebagian besar lebih tinggi terhadap mata uang Asia-Pasifikpada Kamis. Dolar menguat menjadi 1,2497 dolar Singapura dari 1,2478 dolar Singapura sehari sebelumnya, menjadi 1.118,82 won Korea Selatan dari 1.115,45 won, menjadi 30,58 baht Thailand dari 30,49 baht, menjadi 56,90 rupee India dari 56,47 rupee dan menjadi 9.906 rupiah Indonesia dari 9.868 rupiah. Tetapi Greenback melemah menjadi 29,78 dolar Taiwan dari 29,81 dolar Taiwan, sementara itu datar di 42,20 peso Filipina. Dolar Australia jatuh menjadi 94,60 sen AS dari 96,38 sen dan yuan China merosot menjadi 16,14 yen dari 16,25 yen. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026