Logo Header Antaranews Sumbar

Gerilyawan Sudan Akui Jatuhkan Helikopter Militer

Sabtu, 1 Juni 2013 08:03 WIB
Image Print

Kharthoum, (Antara/AFP) - Gerilyawan dari Front Revolusioner Sudan (SRF) Jumat mengatakan bahwa mereka telah menembak jatuh satu helikopter militer Sudan di Kordofan Selatan, dekat kota yang direbut oleh pasukan pemerintah pekan lalu. Seorang saksi mata mengatakan mereka melihat asap tertinggal dari pesawat di atas kota Abu Kershola. Seorang juru bicara SRF, koalisi empat kelompok pemberontak, Gibril Adam Bilal, mengatakan kepada AFP bahwa gerilyawan "menembak jatuh sebuah pesawat militer pemerintah dekat kota Abu Kershola" pada Jumat. Khartoum menegaskan hilangnya pesawat militer di daerah itu tetapi menyalahkan kecelakaan tersebut akibat kesalahan teknis. "Kami memiliki beberapa pesawat pada misi rutin di zona itu, dan salah satunya jatuh karena kesalahan teknis," kata juru bicara militer Kolonel Sawarmi Khaled Saad kepada AFP. Juru bicara gerilyawan juga melaporkan bentrokan dengan pasukan pemerintah selama kunjungan kepala staf militer ke kota itu. Dia mengatakan gerilyawan telah membunuh dua petugas, puluhan tentara ditangkap dan menyita dua kendaraan militer. Saad membantah "laporan palsu atas kematian anggota angkatan bersenjata," dan mengatakan "tidak ada bentrokan". Tetapi saksi di Abu Kershola, di timur Provinsi Kordofan Selatan Sudan yang diperangi mengatakan insiden itu terjadi. "Selama kunjungan oleh pejabat militer senior, tembakan-tembakan dilepaskan pada posisi tentara di kota dari utara, dan para penyerang baku tembak dengan tentara, yang menggunakan tank-tank," kata seorang saksi mata yang tak bersedia disebut namanya kepada AFP. Ia juga mengatakan telah "melihat asap dan api keluar dari helikopter," dan bahwa setelah kejadian tersebut, "pesawat itu diangkut oara petugas meninggalkan kota". Tentara pekan lalu mengatakan telah merebut kembali Abu Kershola, yang selama sebulan telah dikendalikan oleh SRF. SRF terdiri dari tiga faksi pemberontak dari Darfur yang telahmemerangi pemerintah sejak 2003, dan dengan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan Utara. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026