
Menlu: Koalisi Oposisi tak Ingin Dialog Tetapi Intervensi Asing

Moskow, (Antara/SANA-0ANA) - Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan bahwa "Koalisi Doha" tidak ingin dialog dan meluncurkan proses politik untuk menyelesaikan krisis di Suriah, tapi mengupayakan campur tangan asing di negara itu. Lavrov mengatakan itu dalam jumpa pers di Moskow bahwa seruan Koalisi Doha bagi Presiden Bashar al-Assad mundur sebagai prasyarat ambil bagian dalam pertemuan internasional tentang Suriah, yang dijadwalkan diselenggarakan di Jenewa, "tidak praktis dan bertujuan menghalangi konferensi itu serta membuka jalan bagi campur tangan militer di Suriah". "Tidak ada yang memiliki hak untuk melemparkan ancaman dan ultimatum ke sekitar," kata Lavrov dalam konferensi pers setelah pembicaraan dengan timpalannya Menteri Luar Negeri Kuba Bruno Rodriguez. "Koalisi ini tidak memiliki program yang positif dan sibuk dengan berbagi posisi, terutama posisi presiden," katanya, dan menambahkan bahwa "satu-satunya hal yang membuat mereka bersatu adalah permintaan agar Presiden Bashar al-Assad turun." "Tetapi semua orang termasuk para mitra Barat kami memahami bahwa kondisi ini tidak realistis," kata Lavrov. Dia melanjutkan dengan mengatakan bahwa koalisi oposisi dan sponsor regional melakukan segala sesuatu untuk menghambat awal proses politik dengan cara apa pun, termasuk "tidak jujur dengan opini publik di Barat untuk menghentikan intervensi militer di Suriah." Pejabat Rusia ini menguraikan pendekatan koalisi oposisi sebagai "tidak dapat diterima", dengan menambahkan bahwa "terlepas dari apa yang mereka katakan atau lakukan, kami percaya bahwa koalisi oposisi bukanlah satu-satunya wakil rakyat Suriah ketika mereka mencoba untuk menggambarkannya". Dia menekankan bahwa ada "kekuatan serius lainnya dalam wilayah Suriah" yang siap untuk berpartisipasi dalam konferensi internasional mengenai Suriah tanpa prasyarat. Dia menambahkan bahwa kekuatan-kekuatan itu telah menyajikan basis yang konstruktif dalam rangka berkontribusi terhadap pembicaraan untuk melaksanakan kesepakatan yang dicapai dalam komunike Jenewa yang dikeluarkan 30 Juni. Ia juga menunjukkan indikasi lain "kelompok oposisi utama yang telah mengambil posisi yang tidak sejalan dengan sikap bermusuhan atau dengan sikap nasional," merujuk terutama kepada Badan Koordinasi Nasional oposisi. "Para pemimpin kelompok-kelompok oposisi itu tidak berkiblat kepada negara asing dan mungkin mereka lebih berhak tidak kurang dari orang lain untuk mewakili mereka yang mengupayakan reformasi di Suriah hari ini, dan mereka siap untuk berpartisipasi dalam dialog nasional," kata Lavrov. (*/wij)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
