COVID-19 tekan minyak

id harga minyak,minyak WTI,minyak Brent,kasus COVID

COVID-19 tekan minyak

Illustrasi - Minyak mentah sedang dipompa ke permukaan di Monterey Shale, California, Amerika Serikat. (ANTARA/REUTERS/Lucy Nicholson/am)

New York (ANTARA) - Harga minyak turun pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), mundur dari keuntungan baru-baru ini, di tengah kekhawatiran bahwa kenaikan kasus COVID-19 global akan menghambat permintaan bahan bakar dunia.

Harga minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Maret, menetap di 56,06 dolar AS per barel, turun 52 sen atau 0,9 persen. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS berkurang 30 sen atau 0,6 persen, menjadi ditutup di 52,91 dolar AS per barel.

Pasar memang menemukan beberapa dukungan dari angka persediaan mingguan yang menunjukkan penurunan persediaan minyak mentah dan peningkatan produksi kilang.

Permintaan bahan bakar telah pulih dari penurunan mengejutkan musim semi lalu ketika pandemi COVID-19 memburuk, tetapi pemerintah-pemerintah terus memberlakukan pembatasan pada perjalanan yang akan menahan permintaan energi selama berbulan-bulan, kata para analis.

"Sementara saya melihat harga minyak mentah diperdagangkan lebih tinggi selama beberapa bulan mendatang, investor perlu berhati-hati bahwa jalan menuju permintaan minyak yang lebih tinggi dan harga akan tetap bergelombang," kata analis minyak UBS, Giovanni Staunovo.

Persediaan minyak mentah AS lebih rendah untuk minggu kelima berturut-turut, turun 3,2 juta barel pekan lalu, melebihi ekspektasi analis dalam jajak pendapat Reuters untuk penurunan 2,3 juta barel, karena penyuling meningkatkan produksi minyak mentah, Badan Informasi Energi (EIA) mengatakan.

"Pabrik-pabrik penyulingan mulai melihat gambaran permintaan yang lebih baik dan itu tercermin tidak hanya dari apa yang kita lihat di Amerika Serikat tetapi juga di luar negeri," kata Phil Flynn, analis senior di Price Futures Group di Chicago.

Pemerintah-pemerintah di seluruh Eropa mengumumkan penguncian virus corona yang lebih ketat dan lebih lama pada Rabu (13/1/2021) karena varian COVID yang menyebar cepat yang pertama kali terdeteksi di Inggris dan ketika vaksinasi diperkirakan tidak akan banyak membantu selama dua hingga tiga bulan ke depan.

China mencatat lonjakan harian terbesar dalam kasus virus corona dalam lebih dari lima bulan, meskipun ada penguncian, peningkatan pengujian, dan tindakan lain yang bertujuan untuk mencegah gelombang infeksi lain.

Arab Saudi memangkas pasokan minyak mentah untuk pemuatan Februari bagi setidaknya tiga pembeli Asia, sementara memenuhi persyaratan setidaknya empat lainnya, beberapa sumber kilang dan perdagangan mengatakan kepada Reuters. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2021

Komentar