
Ivanovic Lewati Hadangan Pertama di Prancis Terbuka

Paris, (Antara/AFP) - Ana Ivanovic, juara 2008, sukses melaju ke putaran kedua Prancis Terbuka pada Minggu ketika Roger Federer dan Serena Williams, dengan koleksi gelar Grand Slam total keduanya mencapai 32 gelar, menunggu untuk memulai perjalanan mereka. Ivanovic, unggulan ke-14, menang 6-1, 3-6, 6-3 atas Petra Martic dari Kroasia di lapangan Philippe Chartier yang dingin, di mana suhu udara hanya sedikit di atas sepuluh derajat celcius. Setelah memenangi set pembuka, petenis Serbia berusia 25 tahun ini menyelamatkan tiga set point di set kedua sebelum Martic, peringkat 107 dunia yang menembus 16 besar pada 2012, menyamakan kedudukan. Ivanovic unggul 5-0 pada set penentu sebelumnya ia kemudian menyia-nyiakan empat match point. Bagaimanapun, ia dapat kembali menguasai keadaan pada game kesembilan, meraih kemenangan setelah bermain selama hampir dua jam ketika Martic melepaskan pukulan yang terlalu kuat. Ia selanjutnya akan berhadapan dengan Mathilde Johansson asal Prancis atau Chanelle Scheepers untuk satu tempat di babak 32 besar. Unggulan kelima asal Italia Sara Errani, runner up dari Maria Sharapova tahun lalu, mendapat kehormatan untuk menjadi petenis pertama yang mencapai putaran kedua, setelah ia menyingkirkan petenis Belanda Arantxa Rus 6-1, 6-2. Errani hanya memerlukan waktu 54 menit untuk menundukkan petenis peringkat 86 dunia Rus, yang menembus putaran keempat pada 2012, namun belum pernah memenangi pertandingan tur utama tahun ini. Errani (26) akan berhadapan dengan Ayumi Morita asal Jepang atau petenis remaja asal Kazakhstan Yulia Putintseva untuk satu tempat di babak 32 besar. "Ini adalah turnamen penting, namun ini adalah satu-satunya turnamen. Saya hanya berusaha untuk berkonsentrasi pada permainan tenis saya dan tidak memikirkan mengenai tahun lalu," kata Errani. Federer akan memulai turnamen Grand Slam ke-54nya secara berturut-turut ketika ia menghadapi petenis Spanyol, yang kali bukan musuh bebuyutannya Rafael Nadal. Federer, unggulan kedua dan juara Roland Garros 2009, akan menghadapi Pablo Carreno-Busta yang tampil di turnamen ini berkat keberhasilannya melewati fase kualifikasi. Carreno-Busta, yang sekarang menghuni peringkat 166 dunia setelah menghuni peringkat 654 pada Januari, mencuri perhatian banyak pihak ketika memenangi tujuh ajang Futures dan mencatatkan rekor meraih 53 kemenangan dari 57 pertandingan di kompetisi sirkuit strata ketiga. Unggulan teratas kategori putri, juara 2002 sekaligus favorit juara, Serena Williams juga tampil di hari pertama dengan menghadapi Anna Tatishvili asal Georgia, yang menghuni peringkat 80 dunia, yang sampai Strasbourg pekan lalu, tidak pernah memenangi pertandingan di tur utama pada 2013. Lapangan Suzanne Lenglen menjadi tempat pertemuan dua sosok perkasa - mantan peringkat satu dunia dan pemenang dua ajang utama Lleyton Hewitt dan wakil Spanyol David Ferrer. Hewitt (32), peringkat 85 dunia, hanya bermain satu kali di lapangan tanah liat sepanjang musim, saat ia kalah di putaran pertama di Houston pada bulan lalu. Petenis Australia itu, yang pertama kali bermain di Roland Garros pada 1999, mencapai perempat final pada 2001 dan 2004, namun ia menghadapi pertandingan pembuka yang cukup berat saat harus berhadapan dengan unggulan ke-15 asal Prancis Gilles Simon. Unggulan keempat Ferrer, semifinalis 12 bulan silam, bermain melawan Marinko Matosevic dari Australia. Juara Prancis Terbuka 2013, ajang Grand Slam kedua musim ini, sedang menghadapi masalah sebab rencana-rencana ambisius untuk memperluas dan merenovasi situs Rolang Garros tidak disetujui. "Tidak ada alternatif. Tidak lama lagi para pemain tidak akan datang sebab mereka akan diperlakukan lebih baik di tempat lain," kata direktur turnamen Gilbert Ysern kepada AFP. "Jika kami tidak memperjuangkannya, kami mungkin tidak kehilangan gelar Grand Slam namun pada pemain mungking tidak akan datang." "Saat ini jika terdapat tawaran kepada para emir untuk memainkan pertandingan persahabatan sepanjang Roland Garros, mereka memilih Roland Garros. Namun besok? Ada banyak pemain yang masih muda, dari negara-negara tanpa tradisi tenis dan legenda Roland Garros tidak ada artinya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
