Logo Header Antaranews Sumbar

Kadin: Masih Banyak PR untuk Hadapi MEA

Jumat, 24 Mei 2013 19:13 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Suryo Bambang Sulisto mengatakan Indonesia masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Untuk mendapatkan hasil yang maksimal, masih banyak PR yang harus diselesaikan yaitu infrastruktur, reformasi birokrasi, lahan dan penguatan usaha mikro, kecil dan menengah," kata Suryo Bambang Sulisto dalam salah satu seminar di Jakarta, Jumat. Suryo mengatakan MEA tidak perlu disikapi sebagai ancaman. MEA justru harus disikapi sebagai tantangan dan peluang bagi Indonesia untuk mengembangkan dan menumbuhkan perekonomian. Menurut Suryo, sepanjang perjalanan MEA, Indonesia perlu mengeluarkan kebijakan yang integratif antarkomponen yaitu pemerintah dan pelaku ekonomi. "MEA juga memerlukan peran sentral daerah. Karena itu, perlu ada harmonisasi kewenangan antara pemerintah pusat dan daerah," ujarnya. Menurut Suryo, Indonesia saat ini belum secara sistemik dan konsisten menyiapkan masyarakat dan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Akibatnya, UMKM belum siap dan mampui bersaing dalam MEA. "UMKM harus ikut berperan dalam MEA. Indonesia memang masih harus bekerja keras untuk menghadapi MEA dengan mengintegrasikan komponen-komponen dalam negeri," tuturnya. Suryo Bambang Sulisto menjadi salah satu pembicara dalam seminar "Kesiapan Ekonomi Negara-Negara di Kawasan Asia Tenggara dalam Menghadapi MEA 2015". Selain Suryo, pembicara lain adalah ekonom CSIS Djisman Simanjuntak, ekonom BNI Ryan Kiryanto, Kepala Divisi Riset Bursa Efek Indonesia Poltak Hotradero dan Ketua ASEAN Competitiveness Institute Soy Pardede. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026