
PBB-Bank Dunia Dukung Perdamaian di DRC

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon dan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim, Rabu (22/5), menyampaikan dukungan bagi upaya-perdamaian paling akhir dan dorongan pertumbuhan ekonomi di Republik Demokratik Kongo (DRC) serta wilayah yang lebih luas. Selama kunjungan gabungan pertama PBB dan Bank Dunia, Kim mengumumkan Bank Dunia akan menyediakan satu miliar dolar AS dalam dana baru yang diusulkan guna membantu negara di Wilayah Danau Raya menyediakan layanan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik, menggiatkan lebih banyak perdagangan lintas-perbatasan, dan mendanai proyek listrik tenaga air untuk mendukung kesepakatan perdamaian, kata Wakil Juru Bicara PBB Eduardo del Buey kepada wartawan di Markas PBB, dalam taklimat harian. Setelah pertemuan dengan Joseph Kabila, Presiden DRC, dan menteri pemerintah, Ban menyatakan penanaman modal baru itu akan secara langsung mendukung penerapan kerangka kerja penting bagi perdamaia, keamanan dan kerja sama, kata del Buey. Kunjungan gabungan tersebut bertujuan mendukung kesepakatan perdamaian yang diperantarai PBB, yang ditandatangani pada 11 Februari oleh 11 negara Afrika dan empat organisasi internasional (11+4), demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Kamis. Kunjungan itu juga bertujuan mengakhiri lingkaran konflik dan krisis di DRC Timur dan membangun perdamaian di wilayah yang lama dilanda kemelut. "Kami percaya itu menawarkan harapan terbaik bagi perdamaian dalam satu generasi. Namun kesepakatan tersebut hari diterjemahkan ke dalam aksi nyata. Kesepakatan perdamaian harus menyampaikan keuntungan perdamaian bagi rakyat," kata del Buey, yang mengutip Sekretaris Jenderal PBB. Dalam beberapa hari belakangan, telah terjadi bentrokan baru antara gerilyawan dari Gerakan 23 Maret (M23) dan Angkatan Bersenjata Nasional DRC di Goma, yang menjadi ajang pertempuran sengit pada penghujung tahun lalu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
