Logo Header Antaranews Sumbar

SBY Dihararapkan Kunjungi Freeport

Selasa, 21 Mei 2013 08:18 WIB
Image Print
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. (Antara)

Jayapura, (Antara) - Aktivis Forum Kerjasama (Foker) lembaga swadaya masyarakat Papua Lien Maloali berpendapat bahwa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diharapkan segera ke lokasi bencana PT. Freeport Indonesia (PTFI) yang ada di Timika, guna memantau langsung evakuasi dan investigasi peristiwa yang memakan belasan korban tersebut. "Kami berharap, dan masyarakat Papua inginkan Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono segera ke lokasi tambang PTFI yang longsor dan segera investigasi secara menyeluruh mengapa bisa terjadi peristiwa tersebut," kata sekertaris eksekutif Foker LSM Papua Lein Maloawali di Jayapura, Selasa. Menurut dia, berkaca pada peristiwa yang hampir sama persis di Negara Cili pada beberapa waktu lalu, yang mana Presiden negara tersebut yang langsung memimpin proses evakuasi, "Jadi mengapa Presiden SBY tidak mengambil contoh dari Negara Cili. PTFI telah memberikan banyak penghasilan bagi bangsa dan negara kita lewat tambang emas dan tembaganya, kenapa evakuasi ini saja tidak diperhatikan," katanya. Lien mengatakan berdasarkan informasi yang didapatkan dari jaringan Foker LSM Papua, bahwa peristiwa longsor yang menimpa 39 pekerja PTFI didalam tempat pelatihan tambang bawah tanah itu merupakan tempat atau daerah yang dinyatakan aman. "Big Gossan merupakan tempat latihan yang oleh PTFI dinyatakan sangat aman, tetapi mengapa peristiwa ini bisa terjadi. Apakah didalam tempat latihan itu ada "chamber" atau kontainer tempat berlindung bagi para pekerja atua tidak? Saya rasa tidak," katanya. Perempuan paruh bayah itu juga berpendapat bahwa PTFI terbuka memberikan akses bagi semua pihak yang ingin lakukan investigasi ataupun kepada media/pers yang akan meliput proses evakuasi. "PTFI harus terbuka, berikan akses seluas-luasnya. Atau selalu gelar jumpa pers tentang kekinian perkembangan sejauh mana proses evakuasi berlangsung," katanya. Peristiwa longsor disalah satu tambang pelatih PT Freeport terjadi pada Senin (13/5) malam pekan kemarin, atau sudah seminggu berjalan. Dan dari 39 pekerja yang terjebak, 22 orang telah ditemukan dengan 11 diantaranya telah tewas. Sedangkan 17 pekerja lainya masih terjebak dalam tambang bawah tanah tersebut dan diperkirakan telah tewas. "Diperkirakan masih terdapat 17 pekerja yang terkubur dalam reruntuhan," kata Vice President Corporate Communications PT.Frepoort Indonesia Daisy Primayanti dalam siaran pers yang diterima ANTARA di Jayapura. Sementara itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta pihak berwenang segera menyelidiki penyebab longsor di lokasi tambang PT Freeport Indonesia di Tembagapura, Papua, pekan lalu. "Kita akan melaksanakan investigasi secara menyeluruh apa penyebabnya," kata Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (20/5). "Ke depan tentu menjadi pelajaran sangat berharga bagi semua, upaya menjaga keselamatan dan kesehatan kerja," katanya. Presiden juga meminta seluruh kementerian melihat kembali seluruh aspek keselamatan industri tambang di Indonesia. Ia menggarisbawahi perlunya pengawasan pelaksanaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026