Logo Header Antaranews Sumbar

Puluhan Militan Tewas dalam Ofensif Militer Nigeria

Sabtu, 18 Mei 2013 06:46 WIB
Image Print

Lagos, Nigeria, (Antara/AFP) - Ofensif gencar terhadap kelompok Boko Haram telah menewaskan puluhan militan, kata kementerian pertahanan, Jumat, dan militer terus melancarkan serangan-serangan udara dan darat di tiga negara bagian. "Puluhan gerilyawan mungkin telah tewas," kata juru bicara kementerian itu Brigjen Chris Olukolade kepada AFP, tanpa memberikan angka yang pasti. Perwira itu sebelumnya mengatakan, militer melancarkan serangan-serangan udara ke sejumlah kamp Boko Haram sejak Rabu dan "setiap pangkalan mereka diserang". Ribuan prajurit dikerahkan ke tiga negara bagian wilayah timurlaut dimana Presiden Goodluck Jonathan memberlakukan keadaan darurat setelah Boko Haram menguasai sejumlah wilayah dan mengumumkan perang terhadap pemerintah. Banyak pihak memperingatkan ada risiko kematian sipil dalam jumlah besar, dan militer Nigeria sebelumnya telah dituduh melakukan pelanggaran HAM berat, termasuk serangan membabi-buta terhadap warga sipil. Operasi yang digelar mulai Rabu itu merupakan yang terbesar terhadap Boko Haram sejak pasukan pada 2009 menyerbu Maiduguri, ibu kota negara bagian Borno, menewaskan lebih dari 800 orang dan membuat gerilyawan melakukan pergerakan bawah tanah selama setahun. Dalam pernyataan yang disiarkan televisi pada Selasa, Presiden Goodluck Jonathan memberlakukan keadaan darurat di negara-negara bagian timurlaut, Borno, Yobe dan Adamawa, daerah-daeran dimana kelompok militan Boko Haram melancarkan puluhan serangan. Presiden untuk pertama kali mengakui bahwa daerah-daerah di negara bagian Borno, pusat konflik Boko Haram, telah "diambil alih" oleh gerilyawan dan kedaulatan Nigeria dirongrong. Jonathan mengatakan, Boko Haram tidak bisa lagi diperlakukan sebagai "militan atau kriminal". Kekerasan terakhir, termasuk serangkaian serangan nekad di wilayah timurlaut, sama saja dengan "deklarasi perang", kata Jonathan. Kekerasan Boko Haram diperkirakan telah menewaskan lebih dari 3.000 orang sejak 2009, termasuk pembunuhan oleh pasukan keamanan. Kelompok itu menyatakan berperang untuk mendirikan sebuah negara Islam di Nigeria utara yang penduduknya mayoritas muslim. Kekerasan meningkat di Nigeria sejak serangan-serangan menewaskan puluhan orang selama perayaan Natal 2011 yang diklaim oleh kelompok muslim garis keras Boko Haram. Kano, kota berpenduduk sekitar 10 juta orang di Nigeria utara, merupakan wilayah yang terpukul paling parah dalam kekerasan itu. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026