Pengamat: Program Berkat adalah upaya aplikator berikan penghasilan merata

id gojek

Pengamat: Program Berkat adalah upaya aplikator berikan penghasilan merata

Gojek (ANTARA/HO)

Padang (ANTARA) - Pengamat Ekonomi Gunawan Benyamin ikut menanggapi aksi para mitra driver ojek online yang menuntut penghapusan "program berkat" yang dinilainya sebagai sebuah solusi yang dihadirkan oleh aplikator di tengah pandemi.

“Jangan tunjukan ego seperti kalau saya yang mampu mencapai target atau bahkan lebih, tentunya berhak mendapatkan penghasilan yang besar,” kata Gunawan di Pekanbaru, Kamis.

Menurutnya kebijakan subsidi silang yang digagas aplikator melalui program berkat seharusnya dipandang sebagai upaya untuk memberikan orderan dan penghasilan yang merata agar semua mitra dapat bekerja. Hal itu semata agar semua mitra driver bisa makan dan menyambung hidup di saat pandemi COVID-19.

Hal yang berbeda akan terjadi jika tidak ada program berkat. Beberapa driver bisa saja tidak mampu menafkahi keluarganya karena tak mendapat penghasilan. Bicara ekonomi, kata Guawan, memang selalu identik berbicara tentang uang. Tetapi yang namanya hidup tidak melulu harus tentang uang.

“Saya paham mereka yang punya potensi, tentunya merasa dirugikan dengan kebijakan ini. Tetapi ingat kebijakan ini bentuk penyeragaman penghasilan. Tidak masalah pendapatan berkurang, yang penting semua punya penghasilan yang bisa dibawa pulang,” jelas Gunawan

Dalam kesempatan ini, Gunawan mengajak mitra driver Gojek untuk mendukung program berkat. Gojek telah memikirkan dengan baik apa yang bisa mereka berikan untuk kebaikan mitranya.

“Banyak masyarakat yang saat ini hanya mengandalkan bantuan untuk menyambung hidupnya. Dan biarkan Gojek melakukan dengan caranya sendiri untuk menyelamatkan mitranya. Begitu selesai masalah pandemi ini, dan demand kembali normal, lakukan bisnis seperti biasa. Di mana persaingan menjadi tolak ukur keberhasilan,” katanya.

Semua Bisnis Tengah Alami Tekanan Serius Akibat COVID-19

Masalah mendasar dalam bisnis apapun saat ini adalah turunnya demand (permintaan) terkait barang dan jasa akibat pandemi covid 19. Gunawan mengatakan semua lini bisnis saat ini tengah mengalami tekanan serius akibat pandemi yang membuat banyak usaha terpaksa meracik ulang strateginya, atau bagi yang tidak mampu bertahan terpaksa menutup usahanya.

Pandemi saat ini, lanjut Gunawan, bukan hanya menjadi ancaman resesi bagi banyak negara, tapi juga mengancam kebangkrutan sebuah usaha . Namun. Jika kondisi ini terus memburuk, Gunawan khawatir akan menjadi ancaman serius kemanusiaan.

“Nah apa yang dilakukan Gojek ini, adalah untuk meminimalisir dampak buruk pandemi terhadap ancaman krisis kemanusiaan tersebut,” jelasnya.

Disampaikan Gunawan, rentetan masalah dari pandemi memang seperti ini. Mulanya banyak yang harus kehilangan pekerjaan, akibat kehilangan pekerjaan tersebut, harus mengadu nasib di tempat lain.

“Nah itupun kalau berhasil, tetapi kalau tidak? Mereka terpaksa akan meminta bantuan dari siapapun (termasuk pemerintah) untuk menyambung hidup. Dan bagaimana kalau itupun juga tidak berhasil?,” katanya.

“Ada ancaman sosial di situ, yang ujung-ujungnya hati seorang manusia sengaja dimatikan, dan melakukan apapun untuk menyambung hidupnya. Nah di level ini, jangan harap ada tatanan sosial masyarakat yang manusiawi. Dan jangan harap ada aktivitas ekonomi,” tutup Gunawan.(Rl/Mko)

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar