Ketua DPRD Sumbar minta koperasi jemput bola

id berita payakumbuh,berita sumbar,koperasi

Ketua DPRD Sumbar minta koperasi jemput bola

Ketua DPRD Sumbar saat melakukan sosialisasi terkait pemberdayaan dan perlindungan koperasi dan usaha kecil di Payakumbuh, Rabu (22/7). (Antarasumbar/Akmal Saputra)

Saat ini banyak Kabupaten/Kota yang hanya menjadikan koperasi itu sebagai sebuah simbol,
Kota Payakumbuh (ANTARA) - Ketua DPRD Sumatera Barat (Sumbar), Supardi meminta agar seluruh koperasi yang ada untuk aktif menjemput bola kepada pelaku usaha, agar dapat menjaga eksistensi.

"Sebenarnya yang harus aktif itu koperasinya, karena kalau pelaku usaha, mereka mempunyai banyak pilihan lain selain koperasi," kata Supardi saat melakukan sosialisasi terkait pemberdayaan dan perlindungan koperasi dan usaha kecil di Payakumbuh, Rabu.

Keaktifan koperasi untuk jemput bola, tambah dia agar koperasi tersebut mendapatkan anggota yang usahanya jelas. Namun, dengan tetap memenuhi persyaratan yang ada.

Selain itu, ia meminta pemerintah daerah yang ada di Sumatera Barat untuk lebih serius dalam mengembangkan dan memberdayakan koperasi yang ada.

"Saat ini banyak Kabupaten/Kota yang hanya menjadikan koperasi itu sebagai sebuah simbol. Tapi tidak menjadikannya sebagai salah satu indikator atau cara untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi," jelasnya.

Sebab, kata dia keaktifan koperasi di setiap daerah sangat tergantung kepada masing-masing daerah melalui kebijakan-kebijakan kepala daerah itu sendiri.

Apalagi, saat ini Pemprov Sumbar telah memiliki Perda Nomor 16 Tahun 2019 tentang pemberdayaan dan perlindungan koperasi dan usaha kecil.

"Perda ini harus ditindaklanjuti oleh Pemda, kalau tidak ini tidak akan terlaksana. Kami juga telah melayangkan surat kepada setiap daerah," ujar dia.

Setelah itu, koperasi seharusnya dapat dijadikan salah satu cara untuk membuat pertumbuhan ekonomi meningkat. Terlebih di kondisi ekonomi yang menurun selama pandemi COVID-19.

"Sekarang kan banyak pelaku usaha khususnya usaha yang kecil terdampak karena pandemi COVID-19. Disini seharusnya kehadiran dari koperasi dibutuhkan," tambahnya.

Bahkan, tidak sedikit usaha kecil yang harus tutup dan tidak memiliki modal untuk mengembangkan usahanya kembali. Padahal, pelaku usaha kecil ini tidak membutuhkan tambahan modal yang banyak untuk menghidupkan usahanya kembali.

"Mereka butuh itu tidak banyak, tapi bantuan itu yang sulit didapatkan. Karena itu kami mendorong koperasi-koperasi lebih aktif dan tentunya dengan dorongan dari pemerintah daerah," sebutnya. (*)

Pewarta :
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar