
Potensi Promosi Kanada 4,5 Juta Dolar AS

Los Angeles, (Antara) - Hasil misi dagang dan promosi ekspor di SIAL Canada 2013, 30 April-2 mei 2013, di Toronto berpotensi menghasilkan transaksi sebesar 4.504.000 juta dolar AS dari kunjungan dan pembicaraan bisnis 300 calon pembeli luar negeri. "Hasil pameran di SIAL Canada 2013 Toronto sangat positif. Dari kunjungan sekitar 300 peserta pameran berpotensi terjadi transaksi sekitar 4,5 juta dolar AS," kata Direktur Pengembangan Promosi dan Citra Ditjen PEN, Kemendag, Pradnyawati di Los Angeles, Selasa. Pada pameran tersebut, Kemendag mengajak para produsen makanan dan minuman Indonesia yakni PT Niramas Utama (Nata De Coco, Aloevera, Jelly), PT Aksara Kencana Putra (Fresh Honey Natural, Palm Sugar, Green Tea) dan PT Maesindo Indonesia (Horeca products). Juga, PT Tritis International (Desiccated Coconut), Latransa Citra (Food and herbal ingredients, Java Tea, seasoning), Javara (Organic Foodstuff), Sinar Sosro (Tea), Caldera Coffee (coffee), Petra International (Fine Gum Paste Flower), Indofood (noodles) dan Wings Food (Noodles). "Kami membelikan tiket pesawat bagi satu perusahaan dan memberikan sewa booth gratis selama tiga hari pameran di Toronto. Tujuannya adalah untuk meningkatkan ekspor non migas, khususnya produk makanan dan minuman ke Kanada dan Amerika," kata Pradnyawati. "Kami bertekad ekspor Mamin di pasar Amerika Utara naik pada tahun ini karena Produk makanan dan minuman Indonesia merupakan salah satu produk unggulan Indonesia yang berkontribusi terhadap ekspor dan impor produk non migas Indonesia," tambah Pradnyawati. Pada 2012, nilai ekspor produk makanan dan minuman Indonesia tercatat 4.49 miliar dolar AS dengan trend dari tahun 2008-2012 yang meningkat sebesar 15,59 persen. Pada 2012, Kanada menduduki peringkat ke 28 negara tujuan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia dengan nilai sebesar 20,14 juta dolar AS dan tren dari 2008-2012 tercatat meningkat 13,89 persen. Adapun produk ekspor makanan dan minuman Indonesia ke pasar Kanada adalah sarang burung, kerang-kerangan, kepiting, udang, tuna, teh hitam, kacang mete, pasta udang, dan biskuit. Di sisi lain, impor produk makanan dan minuman dari Kanada ke Indonesia tercatat 14,99 juta dolar AS dan menduduki peringkat ke 29 negara asal impor produk makanan dan minuman dengan tren 2008-2012 mengalami penurunan rata-rata tiap tahunnya sebesar 3,75 persen. Amerika Serikat merupakan salah satu negara utama tujuan ekspor produk makanan dan minuman Indonesia. Amerika Serikat menduduki peringkat kedua negara tujuan utama ekspor produk makanan dan minuman Indonesia dengan nilai 491,13 juta dolar AS dan tren dari 2008 - 2012 tercatat meningkat sebesar 4,11 persen. Produk ekspor makanan dan minuman Indonesia ke pasar Amerika Serikat antara lain kepiting, kerang-kerangan, tuna, nenas, pasta udang, syrup, biskuit, kacang mete, dan rokok. Adapun impor produk makanan dan minuman dari Amerika Serikat ke Indonesia tercatat 301,75 juta dolar AS dan menduduki peringkat ke 7 negara asal impor produk makanan dan minuman dengan tren 2008-2012 mengalami peningkatan rata-rata tiap tahunnya sebesar 14,37 persen. Pameran Dagang Salon International de l'alimentation (SIAL) Canada Toronto 2013 adalah pameran dagang terbesar di Kanada untuk sektor produk dan industri makanan. Pameran ini dihadiri sekitar 14.000 pengunjung dari 61 negara. Indonesia adalah salah satu dari 758 exhibitors dari 45 negara yang diantaranya adalah Maroko, Italia, Amerika Serikat, Perancis, China, Aljazair, dan Meksiko. Peserta pameran dagang SIAL Canada 2013 terdiri dari produsen, distributor, industri makanan dan penunjangnya, pemilik restauran, distributor, wholesaler, importir, eksportir, periklanan dan jasa sektor industri makanan olahan lainnya serta lembaga Pemerintah Kanada terkait industri dan perdagangan. Di Los Angeles, tim misi dagang dan promosi RI bertemu dengan Indonesian American Business Council (IABC) dan beberapa importir dan distributor produk makanan dan minuman Indonesia. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
