KKN tetap berlangsung di masa pandemi COVID-19, 7.488 dilepas Mendes PDTT

id Mendes, KKN, mahasiswa, irwan prayitno,Covid, corona,Sumbar terkini

KKN tetap berlangsung di masa pandemi COVID-19, 7.488 dilepas Mendes PDTT

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno didampingi Sekdaprov Alwis saat turun video confrence pelepasan mahasiswa KKN UNP oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Selasa. (Antara/humasprovsb/20)

Padang (ANTARA) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melepas 7.480 mahasiswa Universitas Negeri Padang (UNP) untuk mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) dalam menyosialisasikan dan edukasi terkait COVID-19 serta turut mendorong pembangunan desa.

Pelepasan melalui video conference (Vidcon), diikuti oleh Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Rektor UNP Prof. Ganefri, Sekjen Kementerian Desa PDTT dan Civitas Akademi UNP, Selasa.

Gubernur Sumbar memberikan apresiasi dan mengucapkan selamat pada 7.488 mahasiswa UNP untuk melaksanakan KKN di daerahnya masing-masing, dimasa pandemi COVID-19 dengan lokus sebanyak 173 kabupaten/kota tersebar di Indonesia.

Hal ini dengan tujuan agar memudahkan mahasiswa dalam menjalankan KKN dikampung halaman sendiri dan ikut serta menyosialisasikan kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

"Berikan pengabdian terbaik untuk kampung halaman, tunjukan bahwa anda mampu memajukan pembangunan desa baik dalam sisi teknologi informasi juga dalam bentuk kegiatah sosial kemasyarakatan. Tetap jaga protokol kesehatan, pakai masker, anjurkan masyarakat di sana untuk patuih protokol kesehatan," pesan Irwan Prayitno.

Gubernur Sumbar menjelaskan, program KKN sempat terhenti selama 20 tahun, kemudian mulai dibuka kembali pelaksanaannya pada angkatan 2017.

Peserta yang akan menjalankan KKN akan dilakukan penyebaran berbasis pada tempat tinggal masing-masing mahasiswa yang tersebar kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Barat.

"Harapan saya para mahasiswa bisa memberikan edukasi kepada masyarakat terkait antisipasi penyebaran wabah COVID-19," ucapnya.

Hal ini dengan tujuan agar tidak memberatkan mahasiswa dalam menjalankan KKN melihat kondisi pandemi COVID-19 saat ini.

Dari sejumlah mahasiswa yang akan mengikuti KKN tersebut, terdapat satu orang mahasiswa yang akan mengikuti KKN di negara tetangga, yakni Malaysia.

"Ini merupakan gebrakan baru bagi UNP, kami apresiasi dengan program ini. Selain mahasiswa sangat mengenal kampungnya, mereka juga bisa memberikan edukasi terhadap bahaya wabah penyebaran virus corona," ungkapnya.

Masih banyak masyarakat belum sadar akan bahayanya COVID-19. Jadikan KKN UNP ini menjadi contoh bagi Universitas lainnya.

"Selamat menjalankan KKN ananda, semoga sukses yang terpenting jaga nama baik UNP dan menjunjung tinggi nilai-nilai disiplin, kejujuran dan bertanggung jawab," katanya.
Video confrence pelepasan mahasiswa KKN UNP oleh Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar, Selasa. (Antara/humasprovsb/20)
Ditempat yang berbeda Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar mengatakan, terdapat dua upaya dalam meningkatkan pertumbuhan desa, yaitu pemberdayaan masyarakat desa dan penguatan ekonomi.

Iskandar minta agar dana desa yang telah dianggarkan dapat benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Pada 2021 nanti sebanyak 90 persen dana yang telah dianggarkan oleh desa dapat dialokasikan secara langsung dan dirasakan oleh masyarakat melalui APBD (desa)

"Dalam penggunaan dana yang harus diperhatikan adalah pemerataannya. Dana desa harus difokuskan untuk kepentingan internal dengan basis kerjasama antar desa. Dana yang dialokasikan harus berdasarkan kebutuhan masyarakat desa bukan semata-mata kepentingan aparat desa," kata Menteri Desa menginggatkan.

Selain itu Menteri Iskandar juga berharap universitas bisa mengoptimalkan kegiatan kampus untuk desa.

Hal ini dapat dibangun melalui komunikasi yang baik dengan aparat desa. Sehingga dapat diperoleh pemahaman apa yang sedang dibutuhkan oleh desa.

Dianjurkan dapat membuat model komunikasi yang dapat dipahami oleh mahasiswa, pembimbing KKN, dan masyakarat desa

Kesempatan itu, Rektor UNP Ganefri juga menyebutkan bahwa KKN UNP tahun 2020 ini merupakan pengulangan kembali program KKN yang telah 2O tahun lalu.

Program KKN ini akan menjadi kurikulum wajib setiap mahasiswa dilaksanakan berbasis tempat tinggal atau berdomisili selama libur, guna memberikan Sosialisasi dan edukasi terkait COVID-19.

Adapun 4 (empat) kegiatan utama yang akan dilaksanakan selama KKN berjalan, yakni:

1. Sosialisasi dan edukasi, kegiatan ini meliputi digitalisasi pembelajaran bagi siswa sekolah dari tingkat SD, SMP, hingga SMA. Kemudian kegiatan lainnya yaitu pengadaan sosialisasi dan edukasi terkait COVID-19.

2. Pemetaan, kegiatan ini meliputi pemetaanmobilitas penduduk dan penyebaran wilayah COVID-19.

3. Produksi, pada kegiatan ini mahasiswa akan melaksanakan pembuatan desinfektan.

4. Ide atau gagasan, pada kegiatan ini mahasiswa diharapkan agar dapat membantu dalam proses penguatan ekonomi masyarakat

"Siapapun yang terlibat dalam program ini diharapkan mahasiswa memberikan kesan baik dan tulus serta aman dan dapat dipercaya," ujar Rektor UNP.