Setelah dirawat selama 28 hari, pasien positif COVID-19 pertama di Payakumbuh sembuh

id pasien covid-19 sembuh,pasien covid-19 pertama payakumbuh,pandemi covid-19

Setelah dirawat selama 28 hari, pasien positif COVID-19 pertama di Payakumbuh sembuh

Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh Bakhrizal. (ANTARA/HO)

​​​​​​​Payakumbuh (ANTARA) - Pasien positif pertama terjangkit virus corona jenis baru atau COVID-19 di Kota Payakumbuh, Sumatera Barat dinyatakan sembuh setelah melalui perawatan hampir 28 hari di Rumah Sakit Achmad Mochtar (RSAM) Bukittinggi.

Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Payakumbuh Bakhrizal di Payakumbuh, Kamis, mengatakan H. Esa Muhardanil dinyatakan positif COVID-19 pada 24 April 2020 dan langsung dirawat di RSAM.

“Kalau sudah boleh pulang, tandanya beliau sudah sembuh. Sebaiknya kita sarankan berdiam diri di rumah terlebih dahulu," kata dia.

Sebelumnya, Pemkot Payakumbuh juga mengumumkan dua orang yang sembuh tersebut. Pertama, Masto Muhammad, warga Koto Tuo Limo Kampuang yang berprofesi sebagai Sopir Ambulance Puskesmas Aia Tabik.

Selanjutnya, Muhammad Ismail, warga Parik Muko Aia Latina yang bekerja di toko Yen Plastik dinyatakan bebas dari virus berbahaya itu.

“Berarti sudah ada 5 orang yang sembuh, sekarang tinggal 8 orang lagi yang masih menjalani isolasi dan perawatan,” kata dia.

Meski begitu, katanya petugas kesehatan di setiap kelurahan setiap harinya masih terus melacak warga-warga yang pernah kontak dengan pasien positif COVID-19.

"Kurang lebih kita telah mengirimkan 1.000 spesimen untuk uji swab. Masih ada seratusan yang masih menunggu hasil," ujarnya.

Ia mengatakan sudah hampir satu pekan tidak ada penambahan kasus positif di Payakumbuh. Terakhir, Pemkot mengumumkan penambahan kasus positif COVID-19 pada Kamis (14/5).

"Meski begitu, kita harus tetap waspada dan terus mematuhi seluruh imbauan dan anjuran dari pemerintah," sebutnya.

Terlebih sesuai dengan konsep epidemiologi saat ini proses penularan belum berakhir, baik di dalam maupun luar kota. Sehingga memang butuh keseriusan dari setiap daerah dalam menangani penyebaran COVID-19. (*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar