
Sengketa Perbatasan dengan China Dapat Diselesaikan

New Delhi, (Antara/AFP) - Perdana Menteri India Manmohan Singh pada Sabtu mengatakan percaya sengketa perbatasan terkait dugaan serangan oleh pasukan China dapat diselesaikan, kata kantor berita The Press Trust of India. "Ini masalah lokal. Kami percaya dapat diselesaikan," kata Singh sebagaimana dikutip kantor berita tersebut menyusul tuduhan pelintasan perbatasan oleh pasukan China di wilayah Ladakh pada awal bulan ini. Peristiwa tersebut menjadi pembaru peningkatan ketegangan antara negara tetangga di Asia tersebut yang hubungannya kerap tidak akur sebagai warisan perang perbatasan pada 1962. Pernyataan Singh muncul menyusul laporan dari Menteri Pertahanan India Shashi Kant Sharma kepada pengawas parlemen pada Jumat (26/4) terkait pelintasan tersebut, yang menurut beberapa media setempat ia menuduh pasukan China telah merangsek hingga 20 kilometer di wilayah yang diklaim sebagai milik India. Komentar PM, pertama kalinya terkait sengketa ini, meredakan pernyataan-pernyataan anggota pemerintahan lain terhadap tuduhan serangan di bagian barat wilayah India di Kashmir, yaitu Ladakh dan bersikeras hal tersebut dapat diselesaikan secara damai. "Kami memiliki rencana, kami tidak ingin melebih-lebihkan situasi ini," kata Singh, tanpa menjelaskan lebih lanjut. Pembicaraan di tingkat lebih rendah antara pejabat militer kedua negara sejauh ini masih gagal memecah kebuntuan. Menurut pejabat di New Delhi, sepeleton pasukan China membangun kamp di wilayah India pada 15 April. Menteri Luar Negeri India Salman Khurshid mengumumkan pada awal pekan ini ia akan berkunjung ke China pada 8 Mei sembari mengatakan kedua negara memiliki keinginan bersama mencegah sengketa itu "menghancurkan" perkembangan panjang pengeratan hubungan mereka. Salah seorang pejabat kementerian luar negeri mengatakan PM baru China Li Keqiang menjadwalkan kunjungan ke New Delhi akhir bulan mendatang, tanpa menyebut tanggal pastinya. India sudah menyerukan supaya pasukan China mundur dari wilayah tersebut, sementara Beijing menyangkal melakukan tindakan apapun. Pada 1962, CHina memberi India sebuah luka berat dalam peperangan yang terjadi di wilayah Pegunungan Himalaya di Ladakh dan Arunachal Pradesh. Perbatasan yang diakui secara de facto memisahkan China dan India adalah Line of Actual Control (LAC). Meskipun tidak pernah mendemarkasi secara formal, kedua negara menandatangani dua perjanjian untuk menjaga perdamaian di garis perbatasan pada 1993 dan 1996. Pelintasan kecil tidak aneh dalam LAC, namun cukup jarang bagi keduanya untuk membangun kamp di wilayah sengketa. Selama beberapa tahun terakhir, kedua negara tetangga menambah kehadiran personel militer di masing-masing perbatasan dan mengadakan pertemuan rutin untuk meredakan ketegangan. Meskipun ketegangan perbatasan terus berlangsung, perdagangan antara kedua negara raksasa Asia tersebut secara stabil meningkat dalam beberapa tahun terakhir. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
