Logo Header Antaranews Sumbar

Perhiptani Rumah Para Penyuluh Pertanian

Rabu, 24 April 2013 16:41 WIB
Image Print

Batusangkar, (Antara) Sekretaris Jenderal Perhimpunan Penyuluh Pertanian Indonesia Lamhi Hutahuruk mengatakan bahwa organisasi Perhiptani adalah rumah para penyuluh pertanian. Perhiptani adalah rumah para penyuluh pertanian yang terdiri dari penyuluh pegawai negeri, pensiunan, tenaga harian lepas (THL), honorer, dan penyuluh swakarsa, katanya saat acara rapat kerja wilayah I Perhiptani Provinsi Sumatera Barat di Batusangkar, Rabu. Ia menyebutkan, Perhiptani merupakan organisasi profesi penyuluh yang bersifat keilmuan, keahlian, persaudaraan, kemasyarakatan, kemandirian, dan tidak berafiliasi dengan partai politik. "Perhiptani bertujuan membantu pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan sistem penyuluhan pertanian yang efektif, efisien, dan produktif, serta menyebarluaskan ilmu teknologi, manajemen dan metode pertanian," ucapnya. Sementara itu, Bupati Tanahdatar M. Shadiq Pasadigoe mengingatkan tugas penyuluh ertanian lapangan (PPL) cukup berat dalam mendidik para petani agar selalu berupaya meningkatkan hasil pertanian dan kesejahteraan petani. Untuk itu para PPL diharapkan dapat meningkatkan sumberdaya manusia dan dapat bekerja profesional, sehingga dapat menyalurkan ilmu itu kepada petani secara terus-menerus, sebutnya. Bupati juga mengharapkan dalam Rakerwil ini dapat melahirkan ide cemerlang yang dapat direkomendasikan kepada pemerintah provinsi, kabupaten dan kota untuk ditindaklanjuti dalam bentuk penganggaran pembangunan daerah. Rekomendasi yang dilahirkan ini diharapkan juga dapat melahirkan keputusan yang dapat ditindaklanjuti dengan peraturan daerah, sehingga bermanfaat bagi masyarakat dan PPL, ucapnya. Ketua Perhiptani Sumbar Syamsudarman mengatakan Rakerwil I ini diikuti sekitar 600 penyuluh pertanian se-Sumbar. Tema yang kita angkat adalah peran stretegis otonomi daerah dalam mewujudkan ketahanan, kemandirian, dan kedaulatan pangan melalui peningkatan profesi penyuluh pertanian dalam produktifitas pangan dan penganekaragaman konsumsi yang berbasis rumahtangga petani, tuturnya. Ia mengharapkan para penyuluh pertanian dapat memahami kinerjanya sebagai seorang profesional, bukan sebagai tenaga kerja. (fan/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026