Logo Header Antaranews Sumbar

Indeks BEI Ditutup Melemah Tipis 1,54 Poin

Senin, 22 April 2013 16:52 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia pada Senin ditutup melemah tipis 1,54 poin menyusul antisipasi pelaku pasar terhadap laporan keuangan emiten kuartal pertama 2013. IHSG BEI ditutup turun 1,54 poin atau 0,03 persen ke posisi 4.996,92, sedangkan indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 0,42 poin (0,05 persen) ke level 847,37. "IHSG BEI terkoreksi tipis melanjutkan perdagangan akhir pekan lalu di tengah antisipasi pelaku pasa terhadap laporan keuangan emiten kuartal pertama tahun ini," kata analis Panin Sekuritas Purwoko Sartono di Jakarta, Senin. Ia menambahkan dari eksternal, pergerakan bursa regional masih dibayangi oleh beberapa isu antara lain lembaga pemeringkat Fitch menurunkan peringkat Inggris dari AAA (triple A) menjadi AA+ (double A plus) seiring dengan lesunya outlook ekonomi dan fiskal negara itu. Ia memproyeksikan IHSG BEI akan bergerak konsolidasi pada kisaran 4.970-5.022 poin untuk perdagangan saham hari selanjutnya (Selasa, 23/4). Analis HD Capital, Yuganur Wijanarko menambahkan indeks BEI melawan arah bursa regional regional (anomali) paska mencatatkan level tertinggi ke 5.026 poin. "Namun secara keseluruhan masih optimis sehingga tetap rekomen untuk mengakumulasi," kata dia. Ia merekomendasikan beberapa saham yang dapat diperhartikan yakni Vale Indonesia (INCO), Astra International (ASII), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Perusahaan gas NEgara (PGAS). Sementara, tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 148.969 kali dengan volume mencapai 4,339 miliar lembar saham senilai Rp4,939 triliun. Sebanyak 104 saham mengalami kenaikan, 177 saham melemah dan 99 saham tidak bergerak harganya atau stagnan. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng menguat 30,80 poin (0,14 persen) ke level 22.044,37, indeks Nikkei-225 naik 251,89 poin (1,89 persen) ke level 13.568,37, Straits Times menguat 11,42 poin (0,35 persen) ke posisi 3.305,47. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026