Legislator sarankan Pemprov Sumbar ambil langkah "lockdown" selamatkan masyarakat

id Hidayat,Pemprov Sumbar ambil langkah lockdown,berita sumbar,elamatkan masyarakat,covid-19,corona,jumlah orang terinfeksi corona di sumbar

Legislator sarankan Pemprov Sumbar ambil langkah "lockdown" selamatkan masyarakat

Seorang Polwan berada di dalam bilik disinfektan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (24/3/2020). Bilik tersebut disediakan di pintu masuk yang wajib dilewati pengunjung untuk mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19). ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/aww. (ANTARA FOTO/M RISYAL HIDAYAT)

Padang, (ANTARA) - Ketua Fraksi Gerindra DPRD Sumatera Barat Hidayat menyarankan Pemprov Sumbar segera mengambil langkah “lockdown” atau karantina wilayah setelah adanya lima warga setempat yang dinyatakan positif COVID-19.

“Perlu langkah strategis dan taktis untuk menyikapi ini dan salah satunya dengan karantina wilayah dan opsi itu harus diambil,” kata dia di Padang, Kamis.

Menurut dia karantina wilayah harus diberlakukan secara ketat di daerah yang memiliki pasien positif corona atau zona merah agar virus ini tidak semakin meluas.

“Memang ada dampak ekonomi akibat karantina wilayah ini, namun langkah taktis harus diambil pemprov untuk mengamputasi penyebaran virus,” kata dia.

Baca juga: Lima orang dinyatakan positif Corona di Sumbar, Gubernur: Jaga jarak dan hindari kerumunan

Ia mengatakan sejumlah kasus yang ada datang dari luar Sumbar, seperti yang terjadi di Kota Bukittinggi yang terpapar akibat suami baru pulang mengikuti kegiatan di Malaysia.

“Jangan terlambat mengambil keputusan, dan jangan sampai jatuh korban banyak dulu baru dilakukan lockdown,” kata dia.

Menurut dia pemerintah harus belajar kepada negara maju seperti Italy, China, Iran dan lainnya yang terlambat mengambil keputusan lockdown sehingga banyak korban jiwa berjatuhan.

“Ini memang berat dilakukan apalagi hingga 14 hari ke depan, namun pemprov harus mengambil peran untuk menyelamatkan warga Sumbar,” kata dia.

Sementara itu untuk anggaran APBD, menurut dia kondisi saat ini merupakan darurat dan Sumbar memiliki APBD sebesar Rp7 triliun. Ada anggaran yang dapat digunakan untuk kondisi ini, kondisi darurat dan dana dapat diambil dari penyisiran anggaran mulai dari program, perjalanan dinas dan lainnya.

Baca juga: Satu pasien asal Bukittinggi positif COVID-19 di RSAM, satu PDP asal Solok Selatan meninggal

Ia mengatakan anggaran tersebut dapat digunakan untuk menyiapkan fasilitas kesehatan seperti APD untuk tenaga medis, pelayanan untuk isolasi dan serta keperluan penanggulangan virus COVID-19.

Selain itu ada anggaran yang diberikan dalam bentuk bantuan tunai kepada masyarakat yang terkena dampak ekonomi akibat karantina wilayah.

“Seperti masyarakat yang kerja harian untuk memenuhi kebutuhanya. Pemprov harus berani ambil langkah tersebut,” kata dia. (*)

Baca juga: Keluarga pasien positif COVID-19 di Bukittinggi dijemput untuk isolasi

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar