
Pejabat UAE Jamin Keamanan Bangunan Setelah Gempa di Iran

Abu Dhabi, (Antara/Xinhua-OANA) - Semua bangunan di Uni Emirat Arab (UAE), "aman secara konstruksi", kata beberapa pejabat penanganan bencana negara Teluk tersebut, Kamis (18/4). Kantor berita setempat, WAM, dengan mengutip Jamal Al Hosani, Juru Bicara Dinas Penanganan Bencana dan Krisis Darurat Nasional, melaporkan UAE tidak berada di daerah seismik aktif. Sementara itu Husain Lootah, Direktur Jenderal Kotapraja Dubai, mengatakan semua bangunan di UAE secara konstruksi aman. Pernyataan tersebut dikeluarkan setelah warga UAE diguncang gempa yang dipicu oleh gempa kuat di negara tetangganya, Iran, pada 16 April dan sebelumnya pada 9 April, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Iran pada 16 April diguncang gempa dengan kekuatan 7,9 pada Skala Richter dan pada 9 April diguncang gempa 6,3 Skala Richter. Sementara itu ribuan orang kehilangan rumah di bagian barat-daya Pakistan, setelah gempa kuat, yang berpusat di Iran, mengguncang, menewaskan sedikitnya 36 orang, melukai 150 orang dan merontokkan ratusan rumah yang terbuat dari lumpur dan batu. Stasiun TV Iran menyatakan hanya satu orang tewas di negeri itu dan 12 orang lagi cedera. Militer Pakistan telah mengerahkan beberapa ratusan prajurit guna membantu upaya pertolongan di Mashkel, daerah di Provinsi Baluchistan --yang paling kuat diguncang gempa pada Selasa. Hampir semua rumah di daerah tersebut hancur. Namun banyak warga mengatakan mereka tak senang dengan reaksi pemerintah. Sebanyak 700 rumah dilaporkan rusak di Mashkel dan daerah yang lebih terpencil masih diperiksa, kata lembaga penanganan bencana di Pakistan. Namun Sayid Mureed Shan, salah seorang pejabat senior di Kabupaten Warshak, yang berdekatan, lebih dari 3.000 rumah hancur di kabupaten tersebut, sehingga 19.000 orang tidak memiliki tempat berteduh. Ia mengeluh ia hanya menerima 60 tenda dari pemerintah provinsi. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
