
Ganja Bisa Tumbuh Subur di Bengkulu

Bengkulu, (Antara) - Kepala Kepolisian Daerah Bengkulu Brigjen Pol Benny Mokalu mengatakan kondisi tanah di provinsi ini membuat tanaman ganja tumbuh subur di daerah itu. "Kondisi tanah memang cocok, jadi hal ini perlu diwaspadai, karena potensi ini akan dimanfaatkan pihak tertentu untuk menanam barang haram itu," katanya di Bengkulu, Rabu. Ia mengatakan hal itu saat memberikan keterangan pers didampingi Kabid Humas AKBP Hery Wiyanto dan Direktur Narkoba Kombes Pol Budi Tono di Mapolda. Sejak Januari hingga Maret 2013, kata dia, kepolisian telah menemukan 1.115 batang ganja yang ditanam di lahan seluas dua hektare di Kabupaten Rejanglebong. "Karena tanah Bengkulu cukup subur dan cocok untuk tanaman haram ini," kata Benny Mokalu. Kapolda mengatakan hampir setiap tahun ditemukan lahan ganja di berbagai wilayah di daerah ini. Polda Bengkulu pada 2012 berhasil mengamankan dua hektare lahan ganja pada bulan Maret 2012 dan 1,5 hektare pada Mei 2012. Ia menjelaskan kasus narkoba di Bengkulu sepanjang Januari-Maret terdapat 68 kasus dengan 90 orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan saat ini kasusnya masih di proses. Kasus terbanyak dilaporkan ke Polda Bengkulu sebanyak 28 kasus dengan jumlah tersangka 37 orang, diikuti Polres Bengkulu sebanyak 14 kasus dengan jumlah tersangka 22 orang. Barang bukti dari kasus tersebut Shabu 37,65 gram, ganja 22.509,8 gram dan 1.115 batang ganja, bibit ganja 2.000 batang, pil dextro 1.600 butir dengan ekstasi sebanyak dua butir. "Sementara ini kami mencatat kasus ganja masih yang terbanyak," ungkapnya. Sementara itu Direktur Narkoba Polda Bengkulu Kombes Pol Budi Tono mengatakan jalur masuk peredaran narkoba di Provinsi Bengkulu ada di wilayah Kabupaten Kaur dan Bengkulu Selatan. "Keterlibatan polisi dan bantuan masyarkaat setempat untuk memberantas peredaran narkoba ini terus kami tingkatkan," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
