
Napi Lapas Terbuka Pasaman dibina berkebun dan bertani (Video)

Simpang Empat,- (ANTARA) - Lembaga permasyarakatan (Lapas) biasanya identik dengan tahanan atau penjara. Namun tidak demikian halnya dengan Lapas yang berada di Padang Tujuh Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar).
Narapidana diberlakukan seperti keluarga dengan melakukan pembinaan yang produktif. Salah satunya memberdayakan narapidana dengan aktifitas berkebun, beternak dan bertani.
"Lapas ini dinamakan Lapas terbuka dan ketika narapidana baru masuk ke sini kita lakukan pendekatan secara kekeluargaan," kata Kepala Lapas Terbuka Kelas II B Pasaman Azhar didampingi Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Bakri di Simpang Empat, Selasa (3/3).
Ia mengatakan luas lahan Lapas Terbuka Kelas II B termasuk perkantoran dan perumahan mencapai 20 hektare. Saat ini sudah ada sebagian yang sudah tanamani dan panen.
Sebanyak 17 napi yang ada semuanya beraktivitas di kebun atau beternak.
Para napi nantinya juga akan mendapat bagian dari hasil panen. Mereka di sini tidak seperti tahanan melainkan layaknya seorang petani.
Bahkan setiap saat istri atau anggota keluarga mereka bebas berkunjung atau mengantarkan makanan. Diharapkan pengetahuan yang mereka dapat di sini berguna setelah kembali ke masyarakat.
"Ini adalah salah satu upaya menyiapkan bekal bagi para narapidana sebelum mereka kembali ke rumah masing-masing. Selain juga menjalankan resolusi permasyarakatan 2020," katanya.
Menurutnya narapidana di lapas terbuka ini umumnya sudah menjalani separuh dari masa hukuman, dan selama ditahan mereka berkelakuan baik.
Fasilitasnya pun cukup lengkap seperti kamar serta sarana informasi. Sementara penjagaannya tidak begitu ketat, hanya ada beberapa orang sipir yang mengawasi. Meski begitu tak satupun tahanan kabur dari tempat ini.
"Makanya pendekatan yang kita lakukan berbeda dengan lapas atau rumah tahanan tertutup. Semuanya sudah seperti bersaudara," ujarnya.
Ia menyebutkan saat ini tanaman unggulan di lapas terbuka adalah tanaman jagung pipilan. Sekitar delapan hektare sudah tertanami dan empat hektare sudah panen.
Selain itu juga direncanakan penanaman satu hektare semangka, membuat kolam ikan seluas satu hektare, membuat peternakan ayam dan usaha pertanian lainnya.
"Kita akan mengoptimalkan lahan yang ada dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan," katanya.
Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Kegiatan Kerja Bakri menambahkan pihaknya mendorong agar warga binaan merasa ikut memiliki dan semakin semangat bekerja dan memiliki tanggung jawab. Hal itu merupakan bekal sebelum mereka kembali ke masyarakat.
Saat ini jumlah narapidana di Lapas Terbuka Pasaman berjumlah 17 orang dengan 31 orang petugas lapas.
"Mudah-mudahan jumlah warga binaan atau narapidana nantinya bisa bertambah di Lapas Terbuka," harapnya.
Pewarta: Altas Maulana
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
