Logo Header Antaranews Sumbar

Sudan Bantah Lancarkan Serangan ke Kordofan Selatan

Senin, 15 April 2013 10:54 WIB
Image Print

Khartoum, (Antara/Xinhua-OANA) - Sudan, Ahad (14/4), membantah pernyataan pemberontak Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan (SPLM)/Sektor Utara bahwa Khartoum mengeluarkan ancaman dan seruan agar warga sipil mengungsi dari Kadogli, Ibu Kota Negara Bagian Kordofan Selatan. "Seruan SPLM kepada warga Kadogli agar mengungsi tampaknya bertujuan meningkatkan jumlah orang yang kehilangan tempat tinggal dan penderitaan manusia, yang mengungkapkan keinginan sesungguhnya apa yang disebut Sektor Utara," demikian pernyataan dari Kementerian Urusan Luar Negeri Sudan. Pernyataan tersebut menggambarkan seruan gerakan itu sebagai kriminal, dan menjelaskan "Metode kriminal ini oleh apa yang disebut SPLM/Sektor Utara tampaknya untuk menggagalkan semua upaya perdamaian dan kestabilan di wilayah tersebut dan memperpanjang penderitaan rakyat." Pernyataan itu dikeluarkan sebagai reaksi atas pernyataan sebelumnya oleh jurubicara SPLM/Sektor Utara, yang menyeru warga Kadogli agar mengungsi sebelum operasi baru militer di kota tersebut, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin. Pernyataan itu mendesak masyarakat internasional dan organisasi regional agar melakukan tindakan guna mengakhiri ancaman yang ditimbulkan oleh kelompok bersenjata tersebut. Berlanjutnya tindakan beberapa negara untuk menampung para pemimpin dan anasir apa yang disebut SPLM/Sektor Utara dan gerakan-bersenjata lain yang menolak untuk bergabung dalam proses perdamaian dan menyediakan buat mereka dukungan politik, keuangan dan militer yang mendorong kelompok bersenjata itu untuk terus melakukan aksi kriminal, kata pernyataan tersebut. Pada Jumat (12/4), dua warga sipil tewas dan 10 lagi cedera dalam pemboman oleh pemberontak SPLM/Sektor Utara terhadap Kadogli, kata satu sumber militer dan beberapa saksi mata. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026