
Wigan Torehkan Sejarah ke Final Piala FA

London, (Antara/Reuters) - Wigan Athletic sejenak melupakan kekhawatiran mereka terhadap degradasi setelah mencapai final Piala FA untuk pertama kalinya dalam sejarah, ketika gol-gol dari Shaun Maloney dan Callum McManaman memberi mereka kemenangan 2-0 atas tim Championship Millwall di StadioN Wembley pada Sabtu (13/4). Namun pertandingan ini dinodai oleh perkelahian yang dilakukan oleh para pendukung Millwall, yang saling memukul satu sama lain selama lebih dari 20 menit, tanpa mempedulikan usaha tim mereka di atas lapangan. Wigan, yang berada dua peringkat dari bawah di klasemen Liga Utama Inggris, akan bertemu pemenang semifinal kedua Minggu antara juara bertahan Chelsea dan juara liga Manchester City, ketika final kembali digelar di London pada 11 Mei. Sebelas penggemar ditahan dan empat petugas polisi mengalami luka-luka ketika terjadi perkelahian di stadion dipertontonkan secara langsung ke pemirsa di seluruh dunia dan memperlihatkan salah satu kejadian terburuk musim ini, membangkitkan kenangan-kenangan atas kekerasan hooligan yang mewarnai sepak bola Inggris pada 1970-an dan 1980-an. Tayangan televisi memperlihatkan sejumlah pendukung berdarah, polisi menggunakan tongkat pemukul, dan anak-anak yang berurai air mata ketika masalah terus berlanjut. "Respon kepolisian tegas dam proporsional dan 11 orang ditahan sepanjang pertandingan dalam kaitannya dengan kekerasan yang pecah sebelum turun minum dan saat turun minum," demikian pernyatan kepolisian Metropolitan. "Empat petugas polisi mengalami luka-luka minor." FA meminta dijatuhkannya dakwaan-dakwaan kriminal dan larangan menonton sepak bola kepada mereka yang bertanggung jawab. Pelatih Millwall Kenny Jacket, yang menangani tim pada pertandingan ke-300nya, memuji upaya para pemainnya, namun mengatakan bahwa dirinya tidak memperhatikan aksi kekerasaan saat pertandingan dimainkan sehingga ia mengomentari insiden tersebut. Pelatih Wigan Roberto Martinez, yang timnya berada di zona degradasi pada klasemen Liga Utama Inggris, akan bertemu dengan pemenang pertandingan semifinal kedua Minggu antara juara bertahan Chelsea dan juara liga Manchester City ketika partai final kembali digelar di Wembley pada 11 Mei. Mereka beberapa kali lolos dari ancaman degradasi dengan "gaya Houdini" dalam beberapa musim terakhir, dan Martinez mengatakan hasil ini akan memberi mereka dorongan semangat untuk bertahan di Liga Utama Inggris. "Ini merupakan hasil besar bagi kami, Anda biasanya tidak mengasosiasikan kata-kata Wigan Athletic dan Piala FA dalam kalimat yang sama," ucapnya. "Sekarang kami harus berkonsentrasi di liga dan meyakinkan kami dapat bertahan di sana. Itulah yang akan menjadi makna kesuksesan bagi kami musim ini, selain mencapai final Piala (FA)." Kemenangan Sabtu merepresentasikan kesuksesan besar bagi ketua Wigan Dave Whelan, yang kakinya patah saat bermain untuk Blackburn Rovers di final Piala FA 1960 melawan Wolverhampton Wnaderers, cedera yang mengakhiri karirnya di sepak bola papan atas. Ia telah mlihat perkembangan Wigan dari klub liga rendah menjadi salah satu peserta Liga Utama Inggris sejak 2005 dan meski Wian berharap ia akan meimmpin tim pada Sabtu, protokol FA tidak mengizinkannya. Klub berharap ia dapat melakukannya di partai final bulan depan dan Martinez berkata, "Ia adalah sosok yang mengagumkan. Mereka seharusnya membuat film mengenai hidupnya atas apa yang ia lakukan untuk Wigan."Terobosan Wigan Terobosan itu terjadi pada menit ke-25 menyusul pekerjaan bagus dalam membangun serangan yang dilakukan pemain Pantai Gading Arouna Kone, yang menguasai bola dengan dadanya dan kemudian menaklukkan tiga pemain lawan sebelum memberi umpan silang kepada Maloney, yang menyambar bola masuk ke gawang dari jarak dekatdi bawah badan kiper Millwall David Forde. Gol kedua Wigan juga diawali dari wilayah pertahanan mereka sendiri setelah mendapat tekanan dari Millwall, dan berakhir ketika McManaman mengelabui Forde untuk memasukkan bola ke gawang yang kosong 12 menit sebelum pertandingan usai. Pergerakan itu kembali melibatkan Kone, yang bermain bagus pada posisi gelandang yang lebih ke dalam dibandingkan posisi dia biasanya, dan untuk semua organisasi mereka, Millwall tidak dapat menahannya, McManaman, atau Maloney. Satu bonus untuk Wigan jika mereka terdegradasi pada akhir musim dan kalah di partai final, mereka kelihatannya akan bermain di Liga Europa untuk pertama kalinya pada musim depan, karena baik Chelsea dan Manchester City hampir pasti mengakhiri musim dengan menduduki posisi empat besar dan mendapat jatah bermain di Liga Champions. Wigan menciptakan sebagian besar peluang sampai Millwall mulai menekan untuk pertama kalinya pada menit ke-60, ketika James Henry mendapat peluang melalui tendangan bebas langsung dan bek Mark Beevers menyundul bola sehingga hanya melahirkan tendangan penjuru. "Kami memiliki 20 menit ketika kami seharusnya mencetak gol namun tidak melakukannya dan setelah itu Wigan melakukannya dan membunuh permainan. Namun saya sangat bangga terhadap tim saya," kata Jackett, yang timnya juga berjuang menghindari degradasi dari Championship ketika mereka hanya unggul tiga angka atas zona degradasi. "Kami sekarang harus menghindari degradasi karena hal itu akan memperindah apa yang menjadi laju bagus di Piala FA. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
