Kemendag minta importir tidak tahan bawang putih

id bawang putih,importir,kementerian perdagangan

Kemendag minta importir tidak tahan bawang putih

Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan Oke Nurwan (Mentari Dwi Gayati)

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) meminta importir untuk segera mendistribusikan bawang putih kepada para distributor untuk menekan harga komoditas yang selama beberapa minggu terakhir harganya naik menjadi kisaran Rp70.000 per kilogram.

"Kami sudah melakukan pengendalian di antaranya pengawasan melalui importir, stok di importir segera dikirim ke distributor," kata Sekretaris Jenderal Kemendag Oke Nurwan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis.

Menurut dia, Kemendag melakukan monitor kepada 63 importir yang melakukan impor bawang putih. Ia menyebut stok bawang putih masih tersedia pada sebagian dari jumlah importir itu.

Oke juga mengklaim harga bawang putih sudah mulai turun seperti di Pasar Kramar Jati, Jakarta Timur, karena stok yang ada di importir disebar ke distributor.

Sebelumnya Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan stok cadangan bawang putih masih cukup memenuhi kebutuhan konsumsi nasional yakni sekitar 45.000-47.000 ton per bulan. Sedangkan stok stok bawang putih saat ini masih tersisa sebesar 84.000-120.000 ton.

Kementan menyebut Virus Corona yang merebak di China menjadi salah satu penyebab kenaikan harga bawang putih.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, Indonesia mengimpor bawang putih dari China pada 2019 mencapai 465.000 ton atau setara 529,96 juta dolar AS.

Ada pun kebutuhan konsumsi bawang putih nasional mencapai 560.000-580.000 ton per tahun atau sekitar 47.000 ton per bulan.

Sebagai informasi, produksi bawang putih dalam negeri baru mencapai 85.000 ton per tahun atau sekitar 10 persen dari kebutuhan nasional, sedangkan 90 persennya harus dipenuhi lewat impor.

Meski di China merebak Virus Corona, namun impor bawang putih masih bisa dilakukan karena komoditas tersebut tidak menjadi media penyebaran Virus Corona berdasarkan kajian dari WHO.

Kemendag saat ini melarang sementara impor binatang hidup dari China karena berpotensi menjadi media penularan virus mematikan itu.

"Diputuskan ada pemberhentian sementara atau larangan sementara impor binatang hidup dari China. Binatang hidup tidak termasuk produk perikanan," kata Oke.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar