Menhan Prabowo: Kedaulatan Indonesia di Natuna harga mati

id Presiden, joko widodo, jokowi, menteri pertahanan, prabowo subianto, komponen cadangan, bela negara

Menhan Prabowo: Kedaulatan Indonesia di Natuna harga mati

Menteri Pertahanan Prabowo Subianto (kanan) bersama Wakil Menteri Pertahanan Sakti Wahyu Trenggono (kiri) ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta pada Kamis (8/1/2020). (Bayu Prasetyo)

Jakarta, (ANTARA) - Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menegaskan bahwa kedaulatan Indonesia atas Pulau Natuna dan wilayah perairannya merupakan harga mati.

"Ya kan jelas, beliau sudah katakan kedaulatan harga mati, tapi jangan kita panas-panasi," kata Prabowo terkait arahan Presiden Joko Widodo atas Natuna, ditemui di halaman Istana Negara, Jakarta pada Kamis.

Menurut dia, wilayah teritorial yakni 12 mil dari garis pangkal kepulauan dan lebih dari itu merupakan zona ekonomi eksklusif.

Untuk zona ekonomi eksklusif sendiri, kapal internasional diperbolehkan untuk berlayar melaluinya.

"Nah kalau eksploitasi ikan, atau eksploitasi mineral, itu harus kerja sama, harus izin (kepada) kita," kata Prabowo.

Dia menilai ketegangan yang terjadi karena insiden kapal-kapal China masuk ke wilayah ZEE Indonesia dapat diselesaikan dengan negosiasi bilateral.

"Kita cool saja, selalu saya katakan," tambah Prabowo.

Kapal-kapal China masuk ke wilayah ZEE Indonesia di perairan Natuna.

Lalu Kapal Perang KRI Tjiptadi-381 pada Senin (30/12/2019) telah berhasil mengusir kapal coast guard China yang tengah mengawal kapal-kapal ikan melakukan aktivitas di Perairan Natuna Utara, Provinsi Kepulauan Riau. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar