
406 KK Terdampak Banjir di Muntei Mentawai

Padang, (Antara) - Sebanyak 406 kepala keluarga (KK) atau mencapai 1.846 jiwa warga di Desa Muntei, Kecamatan Siberut Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, terdampak oleh bencana banjir yang melanda daerah kepulauan di pesisir barat Sumatera itu. Warga terdampak banjir itu bermukim di depalan dusun dalam wilayah Desa Muntei yang dilanda banjir karena curah hujan tinggi sejak lima hari lalu, kata Koordinator Yayasan Penanggulangan Bencana "READY" Kepulauan Mentawai, Adi Hamdani dalam keterangan tertulis diterima di Padang, Selasa. Ia menyebutkan, akibat hujan tinggi itu menyebabkan pemukiman warga terendam air antara 50 hingga 70 centimeter, bahkan di beberapa titik ada mencapai dua meter hingga air sampai ke atap rumah warga. Warga Desa yang terdampak bencana itu masing-masing bermukim di Dusun Salapa yang dihuni 354 orang warga, Dusun Mangosai dihuni 156 warga dan Dusun Batkhailuk 141 warga. Selanjutnya, di Dusun Pariokj yang dihuni 243 warga, Dusun Muntei dihuni 244 warga, Dusun Peining Butet dengan 200 warga, Dusun Puro dihuni 259 warga dan Dusun Toktug dihuni 258 orang warga. Selain Kecamatan Siberut Selatan banjir juga melanda Siberut Utara Sotboyak, Sikabaluan Siberut tengah, Siberut Selatan dan Sagulubek, kata Hamdani. Hingga Senin malam hujan masih tinggi di Pulau Siberut sehingga genangan banjir belum surut, tambahnya. Bencana ini juga menyebabkan jalur transportasi laut dengan kapal dari Tuapejat, ibukota Kepulauan Mentawai juga dilanda badai. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
