Logo Header Antaranews Sumbar

Jaringan difabel gelar bedah buku di Padang

Senin, 23 Desember 2019 20:32 WIB
Image Print
Salah seorang peserta dalam bedah buku Fiqih Disabilitas Ria Deviana yang juga menjabat sebagai Ketua PPDI Bukittinggi sedang memperlihatkan buku yang ia terima dari acara tersebut pada Senen, (23/12). (ANTARA/Mutiara Ramadhani)

Padang (ANTARA) - Jaringan Peduli Difabel mengangkat acara bedah buku disabilitas di Kota Padang, Sumatera Barat, Senin.

Salah satu panitia Riri Prima Yolanda di Padang, Senin, mengatakan mengangkat acara tersebut karena ingin mengatasi masalah yang dihadapi para disabilitas.

"Pada hari disabilitas terpikir mengangkat acara yang sifatnya akan memperbaiki masalah yang dihadapi oleh penyandang disabilitas ke depan. Kemudian teringatlah bahwa ada masalah yang belum terselesaikan yakni tentang fiqih," ujarnya, yang merupakan seorang dokter Fisik dan Rehabilitasi di Rumah Sakit M. Djamil Padang.

Ia menyebutkan di dalam acara bedah buku itu dijelaskanlah mengenai bagaimana sebenarnya fiqih pada disabilitas ini, tidak hanya tentang bagaimana mereka ke masjid, namun mengenai hukum pernikahan terhadap mereka seperti apa juga dijelaskan.

Kemudian dari sudut pandang sebagai dokter, Riri mengatakan bedah buku itu sangat membantu karena ia tidak hanya menghadapi kondisi mereka di rumah sakit, tapi juga harus mengantarkan mereka balik ke komunitas seperti apa.

"Intinya yang kita advokasi tidak hanya penyandang disabilitas tapi kita semua, yang bikin mereka tidak bisa inklusi bukan mereka, tapi masyarakat dari cara pandangnya," ujarnya.

Dalam acara bedah buku tersebut juga dibahas mengenai inklusi, menurut Riri perlu adanya sarana dari pemerintah untuk memfasilitasi ruangan untuk mereka bekerja, beraktivitas, maupun sarana pendidikan.

Acara bedah buku tersebut dihadiri oleh penyandang disabilitas yang berjumlah 102 orang dari berbagai daerah seperti Bukittinggi, Sawahlunto dan dari Padang itu sendiri.

Sementara itu salah satu peserta penyandang disabilitas Ria Deviana (37), yang merupakan Ketua PPDI Bukittinggi, mengatakan acara bedah buku disabilitas ini sangat menginspirasi.

"Sangat menginspirasi dan buku ini benar-benar dibutuhkan oleh teman-teman disabilitas karena bisa membuka pandangan semua masyarakat umum yang non disabilitas," katanya.

Ia berharap dengan adanya buku tersebut dapat dibuat program yang sangat ramah untuk disabilitas karena pernah ada kasus di Masjid Raya Sumbar tahun lalu, yakni ada teman disabilitas yang ingin shalat tapi dihalangi masuk karena alasan kursi roda tidak bersih buat kawasan masjid.

"Karena kasus tersebut saya yang ingin shalat di masjid tersebut jadi mendiskriminasi diri sendiri dan hanya bisa melihat masjid tersebut dari jauh. Semoga dengan adanya buku ini gak akan terjadi lagi diskriminasi kepada difabel," katanya yang juga menggunakan kursi roda.



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026