Emas berjangka naik tipis

id harga emas,emas berjangka,bursa Comex

Emas berjangka naik tipis

Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia, Jakarta, Senin (9/12/2019). Harga emas batangan PT Aneka Tambang (Persero) Tbk pada Senin (9/12) Rp 744.000 per gram, turun Rp 3.000 dibandingkan harga emas pada Minggu (8/12). ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/ama. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)

Chicago (ANTARA) - Emas berjangka di Divisi COMEX New York Mercantile Exchange naik tipis pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB), karena logam mulia didukung oleh pelemahan dolar AS menyusul kemenangan Partai Konservatif Inggris.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari menambahkan 8,9 dolar AS atau 0,6 persen, menjadi ditutup pada 1.481,2 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, yang mengukur dolar terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,23 persen menjadi 97,21 pada 18.30 GMT, setelah sempat tergelincir ke serendah 96,719, sebelum penyelesaian transaksi emas.

Emas biasanya bergerak berlawanan arah dengan dolar AS, yang berarti jika dolar melemah maka emas berjangka akan naik, karena emas yang dihargai dalam dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Namun kenaikan emas lebih lanjut tertahan, karena Wall Street mencermati kemajuan terbaru tentang perjanjian ekonomi dan perdagangan fase satu antara Cina dan Amerika Serikat, dengan ketiga indeks utama bergerak naik.

Penguatan di pasar ekuitas membuat emas sebagai aset safe haven menjadi kurang menarik, karena investor mengalihkan investasinya ke aset-aset berisiko yang memberikan imbal hasil lebih tingggi seperti saham.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 6,3 sen atau 0,37 persen, menjadi ditutup pada 17,012 dolar AS per ounce. Platinum untuk penyerahan Januari berkurang 6 dolar AS, atau 1,69 persen, menjadi berakhir di 928,8 dolar AS per ounce.

Sehari sebelumnya, emas berjangka mundur dari keuntungan sesi sebelumnya karena ekspektasi kemajuan dalam pembicaraan perdagangan Amerika Serikat-China mengurangi permintaan untuk logam mulia.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari turun 2,7 dolar AS atau 0,18 persen menjadi 1.472,3 dolar AS per ounce pada akhir perdagangan Kamis (12/12/2019).

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar