Payakumbuh promosikan pacu itik ke wisatawan Brunei Darussalam

id berita payakumbuh, berita sumbar, pacu itik,olahraga tradisional, wisata payakumbuh

Payakumbuh promosikan pacu itik ke wisatawan Brunei Darussalam

Ketua Dekranasda Henny Riza Falepi bersama KBRI Indonesia untuk Brunei Darussalam menjadi joki pacu itiak pada olahraga itiak terbang di Kelurahan Sicincin, Kecamatan Payakumbuh Selatan (Antara/istimewa)

Payakumbuh, (ANTARA) - Pemerintah Kota Payakumbuh, Sumatera Barat mempromosikan olahraga tradisional pacu itik ke wisatawan mancanegara melalui kunjung Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk Brunei Darussalam dalam rangkaian Fam Trip yang digelar Dinas Pariwisata Provinsi ke daerah itu.

Ketua Dekranasda Henny Riza Falepi di Payakumbuh Sabtu, mengatakan pada kunjungan KBRI Brunei Darussalam diharapkan memperkenalkan pariwisata dan budaya yang dimiliki Payakumbuh di negara itu.

Kunjungan KBRI Brunei ke Payakumbuh ada beberpa tempat yang mereka kunjungi, diantaranya mendatangi kampung adat balai kaliki Koto Nan Gadang, sentra randang, dan olahraga pacu Itiak di Kelurahan Sicincin, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Untuk olahraga pacu itiak ada tiga orang perwakilan KBRI Brunei yang ikut menjadi joki pada olahraga itik terbang tersebut. Menurut mereka hal ini baru pertama kali mereka rasakan, karena memang Pacu Itik hanya ada di Payakumbuh dan Luhak Limopuluah.

"Kita berharap dikunjunginya Payakumbuh dapat mempromosilan tempat wisata dan budaya yang dimiliki Payakumbuh," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh Andiko Jumarel mengatakan untuk mengenjot kunjungan kunjungan wisatawan ke Payakumbuh salah satunya adalah melalui even atau atraksi atau budaya yang tumbuh dari masyarakat.

Kemudian untuk menarik kunjungan ke Payakumbuh juga melalui kegiatan olahraga, atau yang disebut dengan sport tourism.

"Salah satu sport tourism yang telah digelar di Kota Payakumbuh adalah Payakumbuh Run, lomba itu terbuka untuk semua kalangan dan dibagi menjadi beberapa kategori," katanya

Pewarta :
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar