Logo Header Antaranews Sumbar

BBM Langka, Pengemudi Antre Beberapa Jam di SPBU

Kamis, 4 April 2013 19:05 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Lubukbasung, (Antara) - Ratusan pengemudi truk rela antre sekitar satu jam di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Gunung Sago Permai di Kabupaten Agam, Sumatera Barat untuk mendapatkan solar, semenjak pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pertamina.Salah seorang pengemudi truk Pendi (32), Kamis, mengaku sudah antre sekitar empat jam untuk mendapatkan solar dan ini terjadi semenjak pengurangan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) oleh Pertamina."Apabila saya tidak bertahan untuk antre, maka saya tidak akan mendapatkan solar. Sedangkan harga solar enceran naik dengan harga Rp7.000 per liter," kata Pendi.Pengemudi Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) PO Dagang Pesisir Joni (42) mengatakan, dengan langkanya BBM jenis solar ini, dirinya terpaksa mengurangkan trip.Biasanya dalam satu hari, katanya, pihaknya bisa 2,5 trip per hari dari Padang ke Lubukbasung dan saat ini hanya satu trip per hari. Dengan kondisi ini, dia meminta agar pemerintah daerah dan provinsi agar mencarikan solusi supaya pengemudi tidak kesulitan mendapatkan solar. Sekretaris Daerah Kabupaten Agam Syafirman mengatakan, Pemkab Agam tidak bisa interpensi terkait pengurangan kuota solar, karena kuota solar masing-masing SPBU telah ditetapkan.Kepala Operasional SPBU Gunung Sago Permai Saparudin menyebutkan, saat ini kuota solar untuk SPBU Gunung Sago Permai sebanyak 28.000 liter atau dua truk tangki dengan muatan 16 ribu liter untuk satu minggu.Sebelumnya kuota sebanyak 56.000 liter atau empat truk tangki untuk satu minggu dan kondisi ini terjadi di seluruh SPBU."Kuota solar sekitar 50 persen dikurangkan oleh Pertamina untuk setiap SPBU," katanya.Sedangkan persediaan premium tidak bermasalah dan kuota untuk SPBU Gunung Sago Permai sebanyak 28.000 liter atau dua mobil tengki dalam satu hari. (ari/jno)



Pewarta:
Editor: Imam Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2026