Logo Header Antaranews Sumbar

IHSG BEI Lanjutkan Penguatan Menuju 5.000 Poin

Rabu, 3 April 2013 16:55 WIB
Image Print
Ilustrasi. (Antara)

Jakarta, (Antara) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu kembali melanjutkan penguatan menuju level 5.000 poin. IHSG BEI ditutup naik 24,22 poin atau 0,49 persen ke posisi 4.981,47. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 6,48 poin (0,77 persen) ke level 843,49. "Indeks BEI kembali melanjutkan 'raly' penguatan menuju level 5.000 poin," kata analis Trust Securities, reza Priyambada di Jakarta, Rabu. Ia menambahkan salah satu katalis penguatan indeks BEI yakni pelaku pasar asing yang masih mengambil posisi beli bersih (net buy) pada Rabu ini senilai Rp554,645 miliar. Analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono menambahkan bursa AS yang berada dalam area positif seiring dengan meredanya kekhawatiran terhadap krisis utang di Eropa menambah sentimen baik bagi bursa saham domestik. Ia mengemukakan tiga berita dari Eropa yang membuat kekhawatiran mereda terhadap krisis utang, yakni Cyprus diberikan tambahan dua tahun hingga 2018 untuk mengimplentasi ketentuan yang berhubungan dengan dana bantuan. Lalu, pengangguran di Spanyol mengalami penurunan bulan Februari. Dan, Presiden Italia membentuk komite dan telah mulai melakukan negosiasi untuk membentuk pemerintahan baru. Ia memperkirakan IHSG BEI akan bergerak berfluktuasi pada hari berikutnya (Kamis, 4/4) dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran 4.972-4.997 poin. Sementara, tercatat transaksi perdagangan saham di BEI sebanyak 185.879 kali dengan volume mencapai 7,139 miliar lembar saham senilai Rp5,976 triliun. Efek yang naik sebanyak 132 saham, 145 saham melemah, dan 114 saham tidak bergerak nilainya atau stagnan. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng melemah 30,33 poin (0,14 persen) ke level 22.337,49, indeks Nikkei-225 naik 358,77 poin (2,99 persen) ke level 12.362,20, Straits Times menguat 5,25 poin (0,16 persen) ke posisi 3.322,84. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026