Logo Header Antaranews Sumbar

Dolar Jatuh di Asia Setelah Data AS Melemah

Selasa, 2 April 2013 15:40 WIB
Image Print

Tokyo, (Antara/AFP) - Kurs dolar jatuh terhadap yen dan euro di perdagangan Asia, Selasa, setelah data manufaktur AS yang lebih lemah dari perkiraan memicu kekhawatiran baru tentang keadaan ekonomi terbesar di dunia itu. Kekhawatiran tentang dana talangan Siprus dan kebuntuan politik di Italia juga menekan euro, ketika pasar uang melihat ke trio pertemuan bank sentral minggu ini. Dalam perdagangan sore di Tokyo, dolar dibeli 92,71 yen, turun dari 93,27 yen di New York pada Senin. Euro juga melemah menjadi 119,21 yen dari 119,82 yen, sementara menguat terhadap mata uang AS menjadi 1,2859 dolar dari 1,2847 dolar. Pada Senin, lembaga riset Institute for Supply Management (ISM) mengatakan indeks manufaktur AS yang diawasi ketat turun menjadi 51,3 pada Maret dari 54,2 pada Februari, mencerminkan pertumbuhan untuk keempat bulan berturut-turut, tetapi pada kecepatan yang lebih lambat dan memicu kekhawatiran baru tentang pemulihan ekonomi. Para investor sekarang fokus pada pertemuan kebijakan dari Bank Sentral Jepang (BoJ), Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank Sentral Inggris (BoE) pada pekan ini. Pertemuan dua hari BoJ yang dimulai Rabu, muncul setelah survei bank pada Senin menunjukkan sebuah kenaikan moderat dalam kepercayaan di kalangan manufaktur besar Jepang, meskipun datang di bawah ekspektasi. Para analis telah memperkirakan BoJ akan meluncurkan langkah-langkah kebijakan agresif pada pertemuan pertamanya di bawah gubernur baru, yang pada Selasa menjanjikan langkah pelonggaran moneter "berani". Namun, komentar Haruhiko Kuroda gagal untuk menekan yen "di tengah berkembangnya pandangan bahwa BoJ akan berjuang untuk memenuhi harapan yang sudah dihargakan ke pasar uang", National Australia Bank mengatakan dalam sebuah catatan. Sebuah kebuntuan politik di Italia menyusul hasil pemilihan umum yang tidak meyakinkan dan kekhawatiran lebih luas tentang zona euro "masih mengganggu", bank menambahkan. "Selain itu, ketegangan geopolitik telah meningkat lebih lanjut, karena parlemen Korea Utara meloloskan sebuah kebijakan untuk memberikan senjata nuklir yang lebih besar dalam pertahanan dan Korea Selatan menjanjikan respon yang kuat." Dolar bervariasi terhadap mata uang Asia-Pasifik pada Selasa, menguat menjadi 1.117,06 won Korea Selatan dari 1.115,03 won pada Senin, menjadi 29,36 baht Thailand dari 29,32 baht, dan menjadi 54,34 rupee India dari 54,28 rupee dan menjadi 40,85 peso Filipina dari 40,81 peso. Greenback melemah menjadi 9.742 rupiah Indonesia dari 9.758 rupiah, menjadi 1,2377 dolar Singapura dari 1,2418 dolar Singapura, dan menjadi 29,85 dolar Taiwan dari 29,88 dolar Taiwan. Dolar Australia naik menjadi 1,0459 dolar AS dari 1,0398 dolar AS, sedangkan yuan China diambil 14,96 yen terhadap 15,13 yen. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026