Logo Header Antaranews Sumbar

Malaysia Mukimkan Kembali Penduduk Desa di Sabah Timur

Selasa, 26 Maret 2013 14:14 WIB
Image Print

Kualalumpur, (Antara/Xinhua-0ANA) - Malaysia berencana memukimkan kembali penduduk desa di negara bagian Sabah timur, yang rentan terhadap penyusup dari Filipina selatan. Pengumuman rencana Perdana Menteri Najib Razak pada Senin itu dipicu pengepungan mematikan oleh sekelompok sekitar 180 gerilyawan dan menggarisbawahi kekhawatiran pemerintah bahwa orang Filipina di Sabah timur dapat membantu penyusup. Najib mengatakan, pemerintah akan menyediakan fasilitas dan keamanan yang memadai mengenai sumber pemukiman kembali terhadap mata pencaharian, dan peluang untuk pendidikan serta lapangan kerja. Para gerilyawan Filipina selatan mendarat di timur kota terpencil Lahad Datu pada 9 Februari untuk mengklaim tanah mereka yang berlatar belakang abad ke-17. Setidaknya 75 orang tewas sejak konflik antara pasukan Malaysia dan gerilyawan lebih dari sebulan lalu, termasuk delapan polisi dan dua tentara. Para gerilyawan adalah pengikut Sultan Sulu yang sudah tak berfungsi Jamalul Kiram III yang telah menekan bagi kembalinya Sabah ke kesultanannya. Pihak berwenang Malaysia mengatakan mereka telah menangkap komandan gerilyawan Sulu dan masih menyisir bagian timur Sabah untuk mencari anak Jamalul selama akhir pekan, ketika mereka berusaha untuk mengakhiri salah satu krisis keamanan terburuk dalam sejarah di negara itu. Sabah adalah kurang dari satu jam dari Filipina dengan menggunakan perahu. Ada sekitar 800.000 orang Filipina tinggal di Sabah, banyak di antara mereka telah menyelinap ke Sabah secara ilegal melalui perbatasan laut tak ketat. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026