Pemkab Sijunjung adakan Diklat di BDI Makassar, dorong kreativitas IKM

id Diklat,Muaro,Sijunjung

Pelaku IKM Sijunjung diberi Diklat, merupakan bentuk kerja sama antara Pemkab Sijunjung dengan Balai Diklat Industri (BDI) Makassar . (Ist)

Muaro (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sijunjung, melalui Dinas Perdagangan Perindustrian Usaha Kecil dan Menengah (Dagperinkop UKM) kembali mengadakan pendidikan dan pelatihan desain 3 in 1 angakatan XVIII di Makassar, yang berlangsung selama 7 hari mulai dari 26 Agustus -- 1 September 2019.

Pelatihan ini merupakan bentuk kerja sama antara Pemkab Sijunjung dengan Balai Diklat Industri (BDI) Makassar . Kegiatan dibuka secara resmi Kepala BDI Makasar , Elsa Matili, M.Si, pada 26 Agustus 2019.

Turut dihadiri Kabid Perindustrian Dinas Dagperinkop UKM Kabupaten Sijunjung, Rosman Efendi, M.Si serta didampingi Kasi Pengembangan Industri Dinas Dagperinkop UKM Kabupaten Sijunjung, Yetna Rosi.

"Untuk saat ini Pemkab Sijunjung mengirimkan peserta sebanyak 7 orang terdiri dari IKM olahan makanan dengan anggaran cost sharing," jelas Rosman kepada Sijunjung, Selasa via Whatsapp.

Ketujuh peserta tersebut bergabung dengan peserta lain yang berasal dari beberapa daerah di Indonesia dengan total sebanyak 50 orang.

Kabupaten Sijunjung merupakan satu-satunya peserta dari Pulau Sumatera yang berhasil bekerjasama dengan BDI Makassar, yang sejak tahun 2017 telah melakukan penandatangan MoU antara Bupati Sijunjung dengan BDI Makassar dalam hal menumbuhkan dan mengembangkan SDM pelaku usaha baru, lanjutnya.

Kegiatan ini merupakan yang ketiga kalinya, Pemkab Sijunjung mengirimkan peserta untuk dilatih di BDI Makassar, khusus untuk diklat disain kemasan, Untuk tahun depan kita akan mengirimkan peserta mengikuti diklat pengolahan coklat dan pengolahan ikan.

"Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, peserta mampu berkreasi dalam mendisain kemasanproduk mereka dan bisa juga menambah peluang usaha baru dalam mendisain kemasan produk lainnya," harap Rosman.

Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar