Logo Header Antaranews Sumbar

DRC Minta Bantuan PBB Bawa Keluarga Presiden

Minggu, 24 Maret 2013 21:42 WIB
Image Print

Kinshasa, (Antara/Xinhua-OANA) - Republik Demokratik Kongo (DRC) telah memintah UNHCR membantu membawa pergi keluarga Presiden Republik Afrika Tengah Francois Bozize, yang telah meninggalkan istana presidennya pada Ahad, saat Ibu Kota negaranya jatuh ke tangan gerilyawan, kata beberapa laporan. Seorang pejabat PBB, yang tak ingin disebutkan jatidirinya, sebagaimana dikutip oleh beberapa laporan mengatakan DRC telah meminta badan pengungsi PBB itu membawa pergi 25 anggota keluarga Bozize melalui kota kecil perbatasan. Presiden Republik Afrika Tengah (CAR) mengumumkan kepergian pesawat presiden itu setelah satu kelompok pengamat hak asasi manusia setempat melaporkan Bozize terlihat di jalan menujuk Mbaiki, 107 kilometer di sebelah selatan Bangui, Ibu Kota CAR. Sebagian laporan mengatakan ia akan menyelamatkan diri ke DRC. Koalisi gerilyawan Seleka telah merebut Bangui pada Ahad dan sejauh ini telah menguasai Ibu Kota CAR tersebut, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad malam. Gerilyawan itu mulai menguasai kota kecil di Republik Afrika Tengah pada Desember lalu tapi belakangan menghentikan gerak maju mereka dan menadatangani gencatan senjata dengan pemerintah. Namun, kesepakatan tersebut, yang memungkinkan Bozize terus memerintah sampai 2016, dengan cepat berantakan. (*/wij)



Pewarta:
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026