Logo Header Antaranews Sumbar

Sekjen PBB Bertemu Utusan Khusus untuk Sudan-Sudan Selatan

Sabtu, 23 Maret 2013 08:49 WIB
Image Print

PBB, New York, (Antara/Xinhua-OANA) - Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon, Jumat (22/3), bertemu dengan Haile Menkerios, utusan khususnya untuk Sudan dan Sudan Selatan, guna membahas situasi saat ini antara kedua negara bertetangga di Afrika tersebut. Penjelasan utusan khusus tersebut meliputi pembahasan mengenai "kesepakatan paling akhi oleh Pemerintah Sudan dan Sudan Selatan tentang pembentukan zona demiliterisasi perbatasan antara mereka dan penggelaran pemantau gabungan di zona ini", demikian isi pernyataan dari kantor juru bicara PBB di New York. Percakapan itu juga menyentuh "susunan terperinci pelaksanaan yang paralel dan terkoordinasi semua kesepakatan lain yang ditandatangani kedua pihak tersebut pada 27 September 2012", kata pernyataan itu. Tahun lalu, kedua negara tersebut menandatangani Kesepakatan Perdamaian Menyeluruh, yang meliputi tindakan yang berkaitan dengan perbatasan, keamanan, status warga, minyak, ekonomi dan perdagangan. Pertemuan antara Ban dan Menkerios juga menyoroti konflik di negara bagian Kordofan Selatan dan Blue Nile, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Sabtu pagi. Menurut pernyataan tersebut, Menkerios memberitahu Sekretaris Jenderal bahwa kedua pemerintah Sudan dan pemimpin Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan/Utara sekarang telah sepakat untuk bertemu bagi pembicaraan langsung. Sekretaris Jenderal PBB berharap pertemuan itu akan mengarah kepada "segera dihentikannya permusuhan", yang akan menciptakan "suasana kondusif bagi pembahasan politik guna menangani pangkal konflik tersebut", katanya. Ban menyambut baik perkembangan antara kedua pemerintah itu dan kelompok pemberontak yang dibentuk untuk menentang pemerintah di daerah masing-masing. Pemimpin PBB tersebut, yang memuji pemerintah kedua negara itu, kembali menegaskan kesediaan PBB untuk "membantu semua pihak dalam upaya ini". (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026