Logo Header Antaranews Sumbar

Damaskus Bantah Serangan Udara Lebanon

Rabu, 20 Maret 2013 09:38 WIB
Image Print

Beirut, (Antara/RIA Novosti-OANA) - Suriah membantah laporan-laporan Selasa bahwa pihaknya telah meluncurkan serangan udara terhadap pemberontak oposisi di Lebanon, meskipun sebelumnya memperingatkan mungkin melakukannya kecuali jika Beirut memperkuat perbatasannya. Kantor Berita resmi Sriah SANA mengutip seorang juru bicara kementerian luar negeri mengatakan, Damaskus menghormati kedaulatan Lebanon dan berkomitmen untuk menjaga stabilitasnya. "Media Lebanon, Arab dan media internasional mengedarkan berita-berita tentang jet tempur Suriah menjatuhkan bom di dalam wilayah Lebanon," kata pejabat seperti dikutip. "Benar-benar tidak ada kebenarannya berita ini.. " Presiden Lebanon Michel Suleiman pada Selasa mengecam bahwa serangan-serangan yang dilaporkan itu "tidak dapat diterima". Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Victoria Nuland mengatakan, Washington dapat mengonfirmasi bahwa jet-jet Suriah dan helikopter telah menembakkan roket di perbatasan Lebanon di dekat kota Arsal, dan menggambarkan serangan itu sebagai eskalasi signifikan dalam konflik. Tidak ada kerusakan atau korban telah dilaporkan. Suriah pekan lalu memperingatkan bahwa mereka akan menyerang basis militan di Lebanon, kecuali jika Beirut setuju untuk meningkatkan keamanan perbatasan dan mencegah infiltrasi pejuang bersenjata. Damaskus mengatakan beberapa kelompok teroris telah memasuki Suriah dari Libanon awal pekan lalu, memaksa tentara untuk melawan mereka kembali di beberapa desa dekat perbatasan. SANA juga mengklaim bahwa militer AS telah melakukan serangan ke Suriah dari Lebanon dan Yordania untuk keperluan pengintaian dan sedang mempersiapkan operasi teroris dalam mendukung pemberontak Suriah. Amerika Serikat membantah memberikan bantuan militer kepada oposisi Suriah. Lebih dari 70.000 orang telah tewas sejak pecahnya permusuhan di Suriah, menurut perkiraan Perserikatan Bangsa Bangsa terbaru. Sekitar satu juta warga Suriah telah terlantar akibat pertempuran, dengan angka diperkirakan tiga kali lipat tahun ini, kata PBB bulan ini. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026