PBSI Open Tournament 2019 di Solok diikuti 573 atlet

id PBSI Open Tournament,Bulutangkis,Kota Solok

PBSI Open Tournament 2019 di Solok diikuti 573 atlet

Wali Kota Solok, Zul Elfian saat mencoba buku tangkis saat membuka kegiatan PBSI turnamen 2019 di Solok. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Solok (ANTARA) - Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) OpenTournament2019 di Kota Solok diikuti sebanyak 573 atlet dari berbagai provinsi di Sumatera.

"Sebanyak 573 atlet pebulutangkis ikut meramaikan PBSI Open Tournament 2019 yang digelar di Sport Hall Tanjung Paku. Lomba ini dilaksanakan dari 7-11 Juli 2019 dengan total hadiah Rp70 juta," kata Wali Kota Solok, Zul Elfian di Solok, Senin (7/7).

Turnamen yang digelar Pemkot Solok melalui Dinas Pemuda dan Olahraga dibuka langsung Wali Kota Solok Zul Elfian, juga dihadiri Kabid Pengembangan Prestasi Daerah Kementerian Pemuda dan Olahraga, Risdiamond dan ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar, Syaiful.

Selain menggelar turnamen yang dibagi dalam kelas tunggal dan ganda tersebut, juga sekaligus diadakan Coaching Clinic teknik bermain bulu tangkis bersama mantan atlet nasional, Luluk Hadiyanto.

Zul Elfian mengatakan, dengan adanya berbagai turnamen atau kejuaraan dapat menjadi media dalam mengasah jam terbang atlet. Sekaligus, menjadi motivasi dalam merangsang lahirnya bibit-bibit atlet.

"Kalau atlet-atlet kita hanya berlatih dan berlatih tanpa ada sebuah kompetisi atau pertandingan maka mereka bisa bosan. Perlu sebuah even untuk mengukur sejauh mana hasil dari latihan keras yang telah dilakukan," ujarnya.

Selain itu, dengan banyaknya even pertandingan olahraga yang dilakukan secara tidak langsung akan memantik minat dan antusias masyarakat untuk berolahraga, dan menerapkan pola hidup sehat.

"Olahraga sangat penting bagi kita untuk menjaga kebugaran tubuh dan menghindari penyakit, terutama bagi generasi muda. Salurkan waktu luang untuk kegiatan yang berbau positif dan prestasi," katanya.

Sementara itu, Ketua KONI Sumbar Syaiful mengatakan, dengan adanya turnamen-turnamen yang digelar Kota Solok menjadi tanda akan keseriusan dan kesiapan daerah untuk bisa menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) pada 2022 mendatang.

"Kami menilai, ada sinyal dan keinginan kuat pemerintah dan masyarakat Kota Solok untuk menjadi tuan rumah even olahraga terbesar di Sumbar. Melihat berbagai even yang diangkat, kami sangat yakin, Solok mampu," sebutnya.

Dalam turnamen kali ini, Untuk kelas tunggal terdiri dari kategori pra usia dini (kelahiran 2011), usia dini (kelahiran 2009), anak-anak (kelahiran 2007), pemula (kelahiran 2005), remaja (kelahiran 2003), taruna (kelahiran 2001), dan dewasa (bebas).

Sedangkan dalam kelas ganda meliputi kategori remaja (kelahiran 2003), dewasa umum (bebas), dewasa khusus kabupaten atau Kota Solok (bebas), dan veteran putra (akumulasi usia 100 tahun).
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar