
Prabowo: Indonesia Bangsa yang Ironis

Malang, (Antara) - Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto menyatakan bangsa Indonesia ini merupakan bangsa yang ironis karena dengan kekayaan alam yang melimpah justru rakyatnya masih banyak yang terjerat kemiskinan. "Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, tidak hanya hasil laut, tapi juga kekayaan yang berasal dari perut bumi. Akan tetapi, kenapa rakyatnya masih banyak yang hidup dalam kemiskinan," tegas Prabowo dalam Seminar dan Pelantikan Pengurus Majelis Sinergi Kalam (Masika) Ikatan Cendekiawan Muslim (ICMI) Malang raya di Malang, Senin. Selain kekayaan alam yang sangat melimpah, katanya, Indonesia juga memiliki wilayah yang sangat luas. Hanya saja, kekayaan alam yang melimpah itu belum mampu menjadikan negeri ini sebagai negara produsen, tapi justru menjadi pengimpor. Menurut dia, Indonesia merupakan negara yang konsumtif dengan banyaknya impor hasil bumi yang seharusnya bisa diproduksi sendiri untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri. Bahkan, tegasnya, Indonesia sebagai negara agraris, namun kenapa harus impor beras, ikan, garam, bawang, singkong, dan jagung. "Kondisi ini kan menjadi hal yang aneh untuk negara sebesar dan sekaya Indonesia," tegas Prabowo yang juga Ketua Dewan Penasehat ICMI Peduli Nasional tersebut. Prabowo menyatakan, bangsa Indonesia sebenarnya bisa bangkit menjadi negara yang maju dengan segala kekayaan yang ada. Saat ini, ekonomi Indonesia menempati urutan ke-16 besar dunia, dengan jumlah warga kelas menengah ke atas mencapai 45 juta lebih. Sebenarnya negeri ini adalah negeri yang kaya raya dengan limpahan berbagai hasil bumi dan laut, namun mengapa Indonesia masih sebagai negara miskin (berkembang). "Saya berharap, ke depan Indonesia ini menjadi negara produsen yang mampu memasok segala kebutuhan masyarakat dunia, bukan hanya sebagai konsumen seperti sekarang ini. Tentu kita tidak ingin kalah dengan negara tetangga yang maju dengan pesat, seperti Malaysia yang sudah bisa membuat mobil sendiri," ujarnya, menambahkan. Setiap tahun masyarakat Indonesia membeli 10 juta motor, tapi tak satu pun yang asli buatan Indonesia. Dan, setiap tahun juga membeli satu juta unit mobil, namun juga tidak ada satu pun yang buatan Indonesia, tegasnya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
