
Harimau Liar di Jambi Diduga Mengidap Kelainan

Jambi, (Antara) - Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jambi menduga harimau liar yang telah menyebabkan satu orang meninggal dan empat luka-luka, mengidap kelainan atau penyakit aneh. "Dugaan sementara mengidap sakit di bagian saraf. Ini dilihat dari perilakunya yang berbeda dari harimau liar umumnya. Contohnya cara jalan yang berlenggak lenggok, tidak berlari. Ketika ketemu manusia juga hanya melukai dengan mencakar, bukan memakan," ujar drh Wisnu yang juga praktisi satwa liar kepada wartawan di Jambi, Kamis. Menurut dia, kondisi yang sama juga pernah terjadi di beberapa negara lain seperti Rusia, kawasan Siberia dan Vietnam. "Namun untuk mengetahui secara pasti penyakit yang diidap harimau ini, perlu dilakukan penangkapan untuk kemudian dicek secara medis," katanya. Dia mengatakan, ada dugaan harimau liar yang telah meresahkan warga itu tertular penyakit akibat memakan satwa yang sakit. "Tapi ini baru dugaan, untuk memastikan ada penyakit atau tidak, sekali lagi harus ditangkap dan dicek secara medis," ujarnya lagi. Sementara itu, Kepala BKSDA Jambi, Trisiswo mengakui upaya perburuan tim BKSDA sudah berlangsung satu setengah bulan sejak pertama kali laporan kemunculan harimau Sumatra dikawasan Merlung, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi. Tim buru juga telah menyisir kawasan tiga kabupaten di Jambi yang didasarkan adanya kemunculan harimau hingga melukai warga. "Dari pantauan terakhir, harimau ini terakhit terpantau di daerah Mestong, Kabupaten Batanghari," ujarnya. Diakuinya, banyak laporan palsu yang justru menjurus ke isu isu tidak benar akan keberadaan harimau liar yang masuk pemukiman warga Jambi itu. Akibatnya, tim buru di lapangan kesulitan untuk melacak, bahkan diakuinya juga tim buru kehilangan jejak. "Kami mengimbau warga jangan mudah terpancing isu isu yang tidak benar. Yang pasti harimau yang berkeliaran hanya satu ekor. Bukan 16 ekor seperti isu yang tersebar sekarang ini," kata Trisiswo. Sebagaimana diketahui, seekor harimau Sumatra masuk ke pemukiman warga di daerah Kabupaten Tanjung Jabung Barat dan melukai seorang petani sawit di daerah itu. Selang beberapa hari, kemunculan harimau menggegerkan warga Batanghari yang juga melukai salah seorang warga. Total ada lima korban akibat konflik manusia-harimau, satu diantaranya meninggal dunia sejak satu setengah bulan terakhir. Untuk menangkap harimau yang diduga mengidap sakit aneh itu, BKSDA Jambi menggandeng petugas dari Taman Safari Indonesia, Tim HarimauKita serta beberapa organisasi pemerhati satwa dan lingkungan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
