
Polisi Pakistan Tangkap Sejumlah Pembom Belia

Quetta, Pakistan, (Antara/AFP) - Polisi Pakistan menangkap sekitar 12 anak, beberapa bahkan masih berusia 10 tahun, yang dicurigai dimanfaatkan memasang bom untuk militan separatis, kata beberapa pejabat, Rabu. Penangkapan-penangkapan itu dilakukan dalam penggerebekan selama 24 jam terakhir, kata asisten kepala kepolisian setempat Mir Zubair Mahmood, dengan menghadirkan anak-anak itu pada jumpa pers di Quetta, ibu kota provinsi bergolak Baluchistan. Sebuah kelompok militan Baluchistan menyuruh anak-anak yang berasal dari keluarga miskin itu meletakkan bungkusan-bungkusan berisi bom di pasar, tempat sampah dan rute-rute yang digunakan oleh polisi dan pasukan keamanan, kata Mahmood. Menurut Mahmood, kelompok militan memilih anak-anak belia karena polisi tidak akan mencurigai anak kecil atau pemungut sampah. "Beberapa dari anak-anak itu menyatakan tidak tahu apa isi bungkusan itu dan apa yang mereka lakukan," katanya. "Mereka mengatakan mereka senang mendapat sejumlah kecil uang karena meletakkan bungkusan-bungkusan itu," lanjutnya. Beberapa dari anak-anak itu, yang berusia antara 10 dan 17 tahun, mengakui terlibat dalam sekitar selusin ledakan di kota itu, termasuk pemboman di dekat sebuah kendaraan pasukan paramiliter Korps Perbatasan (FC), tambah pejabat itu. Ledakan bom pada 10 Januari itu menewaskan dua prajurit FC dan sembilan warga sipil. Sejumlah kelompok militan beroperasi aktif di Baluchistan, provinsi terbesar namun termiskin di Pakistan. Kekerasan sektarian antara Sunni dan Syiah terjadi di wilayah yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan itu. Separatis Baluchistan mengobarkan kekerasan sejak 2004 untuk menuntut otonomi politik dan pembagian lebih besar dari kekayaan minyak, gas dan mineral di wilayah yang penduduknya dilanda kemiskinan itu. Kelompok militan Lashkar-e-Jhangvi (LJ) yang terkait dengan Al Qaida juga mengobarkan serangan-serangan terhadap minoritas Syiah, dan beberapa aparat kepolisian di kota itu menyatakan mereka diancam oleh kelompok tersebut. Pakistan dilanda serangan-serangan bom bunuh diri dan penembakan yang menewaskan lebih dari 5.200 orang sejak pasukan pemerintah menyerbu sebuah masjid yang menjadi tempat persembunyian militan di Islamabad pada Juli 2007. Kekerasan sektarian meningkat sejak gerilyawan Sunni memperdalam hubungan dengan militan Al Qaida dan Taliban setelah Pakistan bergabung dalam operasi pimpinan AS untuk menumpas militansi setelah serangan-serangan 11 September 2001 di AS. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
