16 SMP di Agam berada dalam blank spot area

id unbk,Blank spot area,Area tanpa sinyal

Ilustrasi siswa tengah mengikuti UNBK di Agam. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Lubukbasung, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 16 dari 61 Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, berada dalam area "blank spot" atau tanpa sinyal komunikasi sehingga tidak bisa melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) hingga saat ini.

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam, Firzal di Lubukbasung, Sabtu, mengatakan hingga 2018 siswa 16 sekolah itu harus "pindah" ke sekolah lain untuk mengikuti UNBK, atau melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Kertas Pensil ( UNKP).

Sekolah itu di Kecamatan Palembayan lima sekolah, Malalak tiga sekolah, Palupuh tiga sekolah, Ampeknagari tiga sekolah, Tanjungmutiara satu sekolah dan Tanjungraya satu sekolah.

"Kita sudah usulkan agar dibangun tower di sekitar lokasi agar sekolah bisa mengikuti UNBK pada 2019," katanya.

Di Agam, sebanyak 45 sekolah melaksanakan UNBK pada 2018 dengan jumlah siswa 3.949 orang dan 16 sekolah melaksanakan UNKP dengan siswa 960 orang.

Dari 45 sekolah itu hanya 25 sekolah melaksanakan UNBK secara mandiri dan 20 sekolah menumpang ke sekolah lain.

"Sekolah ini menumpang di SMP, SMK dan SMA yang telah memiliki komputer yang lengkap," katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala SMPN 6 Palembayan, Adriwandi menambahkan, jaringan internet di sekitar sekolah itu tidak ada dan jaringan telpon juga sulit.

"Jaringan telpon hanya ada di daerah tertentu," katanya.

Dengan kondisi itu siswa kelas sembilan hanya melaksanakan UNKP pada 2018.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Agam, Fauzan Helmi Hutasuhut mengakui, 63 dari 467 jorong (dusun) di Agam, merupakan daerah yang belum terjangkau jaringan internet.

63 jorong itu tersebar pada 11 kecamatan di Agam.
Pewarta :
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar